Sosial Budaya

Si Putih, Gadis Tomboi Pemberani Penunjuk Jalan Jenderal Soedirman3 min read

Thursday, 2 Jul 2020 | 11:21 WIB 2 min read

author:

Si Putih, Gadis Tomboi Pemberani Penunjuk Jalan Jenderal Soedirman3 min read

Reading Time: 2 minutes

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Siapa yang tak kenal Jenderal Soedirman, Panglima perang jenius yang pernah dimiliki oleh Indonesia, namun sayang meninggal diusia yang terbilang masih muda.

Kisah kepahlawanannya yang begitu menggelegar dan jasa jasanya untuk Indonesia. Dia juga dikenal sebagai pencetus perang gerilya di awal kemerdekaan Indonesia.

Namun Jenderal Soedirman tidak sendirian, dia dibantu oleh rakyat Indonnesia pada saat itu, saling gotong royong adalah salah satu kunci keberhasilan perang gerilya.

Banyak masyarakat membantu keberhasilan perang gerilya tersebut dengan berbagai cara, ada yang menyediakan penginapan dan makanan, dan ada pula yang menyatakan kesediaan untuk menjadi penunjuk jalan.

Di dalam buku yang berjudulnya, “Soedirman Prajurit TNI Teladan”, terdapat kisah unik namun tetap heroik. Di buku tersebut menceritakan perjalanan gerilya Jenderal Soedirman yang dipandu oleh seorang pemandu jalan bernama ‘si Putih’, nama julukan yang diberikan Jenderal Soedrirman kepada orang tersebut.

Cerita ini bermula pada 24 Januari 1949 malam, Kapten Tjokropranolo, pengawal Soedirman memutuskan jalan dari Desa Jambu menuju Warungbung, salah satu nama dusun di daerah antara Trenggalek dan Ponorogo.

Disekitar wilayah tersebut ternyata juga dipakai oleh tentara Belanda sebagai markas. Markas Belanda tersebut terletak di Kasugihan, jaraknya kurang lebih 1,5 kilometer dari tempat peristirahatan Jenderal Soedirman dan pasukannya.
Oleh alasan tersebut, penduduk setempat menyarankan kepada tentara Indonesia untuk keesokan harinya segera bergegas berpindah tempat agar tidak ketahuan oleh tentara Belanda.

Benar saja ketika keesokan harinya pada 25 Januari 1949, suara kendaraan militer Belanda terdengar begitu dekat dengan rombongan Jenderal Soedirman.
Rombongan gerilyawan pun bergegas mempercepat perjalanannya, dan akhirnya tak berpapasan dengan kendaraan militer Belanda tersebut.

Pada keesokan harinya, untuk mempercepat perjalanan, Tjokropranolo seperti biasa mencari seorang penunjuk jalan dari warga setempat yang paham mengenai wilayah tersebut. Rombongan Jenderal Soedirman berencana ingin memotong jalan Ponorogo-Trenggalek.

Dalam buku yang berjudul “Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman, Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia”, menceritakan bahwa Tjokropranolo diperkenalkan dengan si putih, orang yang akan menunjukan jalan pintas menuju Ponorogo.

Walaupun Si Putih memiliki perawakan kecil, berkulit putih, berperangai lembut tapi geraknya lincah dan pemberani, karena tidak ada seoranpun yg berani menjadi penunjuk jalan di desa setempat selain Si Putih

Tanpa banyak pertanyaan si Putih diterima menjadi penunjuk jalan rombongan gerilyawan Jenderal Soedirman. Selama dua hari dua malam si Putih berjalan menjadi penunjuk jalan gerilyawan dan sampailah mereka di desa Ngideng, salah satu nama desa di Ponorogo.

Sudah menjadi kebiasaan ketika rombongan gerilyawan yang juga di sertai oleh Jenderal Soedirman berhenti untuk istirahat di suatu wilayah maka pasukan akan mandi bersama-sama.

Namun anehnya ketika Si Putih diperintahkan oleh Tjokropranolo untuk ikut serta prajurit lain mandi bersama, ia menolak dan memilih mandi ditempat lain.

Penolakan tersebut menimbulkan pertanyaan bagi sang ajudan Jenderal Soedirman. Tjokropranolo pun curiga terhadap si Putih karena tidak mau mandi bersama-sama dan memilih mandi di tempat lain yang lebih jauh. Dia akhirnya memerintahkan seorang anggota rombongan, Mustafa, mengikuti si Putih. Dia khawatir si Putih sudah tahu siapa yang ditandu dan melaporkannya kepada pasukan Belanda di Ponorogo.

Setelah mengamati si Putih, Mustafa melaporkan kepada Tjokropranolo bahwa si Putih adalah seorang wanita yang bertabiat kelaki-lakian. Mungkin untuk sekarang si Putih bisa dikatakan seorang wanita tomboi.

Namun terlepas dari itu semua berkat atas jasanyalah rombongan Jenderal Soedirman bisa sampai tujuan dengan selamat.

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.