Makna di Balik semboyan Korps Kapal Selam TNI AL: Wira Ananta Rudira – Radio Pemuda FM – Radio Online Anak Muda Indonesia
Sosial Budaya

Makna di Balik semboyan Korps Kapal Selam TNI AL: Wira Ananta Rudira2 min read

Monday, 26 Apr 2021 | 17:10 WIB 2 min read

author:

Makna di Balik semboyan Korps Kapal Selam TNI AL: Wira Ananta Rudira2 min read

Reading Time: 2 minutes

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Banyak yang menuliskan kalimat ini di media sosial seiring dengan dinyatakannya KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan utara Bali telah tenggelam (subsunk) dan seluruh awak telah gugur.

Wira Ananta Rudira merupakan semboyan dari Satuan Kapal Selam TNI AL atau Korps Hiu Kencana. Semboyan itu memiliki arti Tabah Sampai Akhir. Semboyan ini selalu diucapkan untuk mengingatkan betapa kuat dan tangguhnya prajurit yang bertugas dalam satuan korps ini ketika bertugas menghadapi misi di dasar laut

Wira Ananta Rudira, merupakan motto kapal selam Indonesia yang menyimpan kisah perjuangan. Hal ini tidak lepas dari pidato Presiden Soekarno di atas kapal selam KRI Tjandrasa pada 6 Oktober 1966. Pidato yang cukup menggebu-gebu itupun menandakan gelombang semangat perjuangan prajurit TNI AL kala itu.

“Sekali menyelam, maju terus – tiada jalan untuk timbul, sebelum menang. Tabah sampai akhir”

Sumber Foto: Instagram @zivtac

Merujuk jejaknya dalam sejumlah literatur, motto Wira Ananta Rudira diusulkan oleh Laksma TNI (Purn) R P Poernomo. Ia pernah menjadi sebagai Komandan Sekolah Kapal Selam pertama pada 1959. Dan resmi digunakan Korps Kapal Selam sejak 16 Maret 1961 hingga saat ini.

Dalam buku: 50 Tahun Pengabdian Hiu Kencana 1959-2009 disebutkan bahwa Poernomo mendapatkan satu kata yang dapat mewakili semua sifat korps kapal selam yaitu tabah.

Poernomo menjelaskan semboyan Tabah Sampai Akhir harus dimiliki setiap personel Korps Kapal Selam Indonesia, sebab orang yang tabah;

Tidak akan takut karena berani,
Tidak akan menyerah karena ulet,
Tidak akan terburu-buru karena sabar,
Tidak akan kehilangan karena tenang,
Tidak akan mundur karena teguh.

Tabah atau ketabahan mencakup semua sifat yang diperlukan pada permulaan atau pertengahan saja. tabah tidak cukup bila muncul hanya sejenak sebelum tugas selesai. karena itu tabah harus sampai akhir.

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Start a Conversation

Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp