Lika-Liku Sejarah Masjid Tuha Indrapuri di Nanggroe Aceh Darussalam – Radio Pemuda FM – Radio Online Anak Muda Indonesia
Sosial Budaya

Lika-Liku Sejarah Masjid Tuha Indrapuri di Nanggroe Aceh Darussalam2 min read

Thursday, 29 Apr 2021 | 14:33 WIB 2 min read

author:

Lika-Liku Sejarah Masjid Tuha Indrapuri di Nanggroe Aceh Darussalam2 min read

Reading Time: 2 minutes

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dikenal dengan julukannya sebagai Serambi Mekkah, selain itu Aceh memiliki banyak peninggalan sejarah peradaban Islam salah satunya Masjid Tuha Indrapuri. Tapi ternyata sebelum berkembangnya peradaban islam di aceh pernah berdiri sebuah Kerajaan Hindu yang bernama Lamuri. Kerajaan Lamuri merupakan kerajaan Hindu-Budha (Pra-Islam) pertama di Aceh dan pernah Jaya di Pulau Sumatera pada abad 10 Masehi.

Kerajaan Lamuri pernah membangun sebuah candi yang awalnya menjadi Pura sekaligus benteng pertahanan Kerajaan, lalu dengan masuk dan berkembangnya islam di Aceh menjadikan candi tersebut cikal bakal berdirinya Masjid Tuha Indrapura.

Masjid ini didirikan pada tahun 1618 oleh Sultan Iskandar Muda yang merupakan Sultan Kerajaan Aceh pada masa itu. Ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa Masjid Indrapuri dibangun pada 1607-1636 Masehi. Masjid Indrapuri terletak di Desa Pasar Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Lokasi masjid tidak jauh dari jalan raya Banda Aceh-Medan, kurang lebih sekitar 150 meter memasuki persimpangan pasar Indrapuri.

Dahulu pada 10 Masehi, wilayah Indrapuri merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Hindu Indrapurwa. Literatur lain menyebutkan selain mendirikan kerajaan, orang-orang Hindu juga mendirikan candi yang diberi nama Indrapuri, yang artinya Kuta Ratu.

Lalu pada abab ke-12 Masehi, Kerajaan Hindu Lamuri perang dengan pasukan bajak laut dari Cina. Pada akhirnya perang dimenangkan oleh Kerajaan Lamuri atas bantuan Meurah Johan yaitu Pangeran dari Lingga (Gayo) yang kemudian menjadikan Kerajaan Lamuri sebagai penganut Islam.

Daerah ini pernah difungsikan sebagai benteng pertahanan pada saat pendudukan Portugis dan Belanda di Aceh. Hal ini terjadi saat Istana Dalam Kerajaan Aceh Darussalam di Banda Aceh berhasil dikuasai Belanda dalam agresi militer kedua tahun 1874.

Di sini, Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah (1884-1903) dinobatkan sebagai Raja Aceh. Ketika itu, masjid kuno ini menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Aceh sekaligus basis pertahanan pasukan karena dianggap aman dari incaran musuh.

Saat berperang ternyata serdadu kolonial sempat menguasai masjid ini, namun pasukan Aceh berhasil merebutnya kembali lewat pertempuran sengit. Masjid Indrapuri kembali menjadi pusat ibadah sekaligus pengembangan ilmu keagamaan.

Masjid Tuha Indrapuri juga merupakan masjid tertua di Nusantara, dan juga disebut salah satu tertua di Asia Tenggara. Hal ini bedasarkan fakta Islam pertama kali masuk ke Nusantara melalui Aceh yaitu melalui Kerajaan Perlak, lalu Kerajaan Samudera Pasai.

Saat inipun Masjid Tuha Indrapuri telah dimasukkan kedalam Situs Cagar Budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh. Namun, aktivitas shalat lima waktu tetap berlansung. Bahkan, banyak wisatawan dari berbagai daerah berkunjung ke masjid dan ikut melaksanakan shalat 

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Start a Conversation

Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp