Anak Muda Musik

D’JENKS Merilis Album Selftitled2 min read

Wednesday, 13 Nov 2013 | 9:28 WIB 2 min read

author:

D’JENKS Merilis Album Selftitled2 min read

Reading Time: 2 minutes

Setelah berdiri selama 10 tahun akhirnya D’Jenks, sebuah band dirty reggae asal Jakarta merilis debut album pertama, sebagai perkenalan musik mereka kepada masyarakat. Album dari band yang sudah dibentuk sejak dari tahun 2003 ini berisikan 8 lagu dan akan dirilis tanggal 10 November 2013.

D’Jenks terbentuk dari komunitas Under “Moestopo” Ground kampus Moestopo dan Komunitas Musik Universitas Sahid yang awalnya suka memaikan musik reggae namun di mix dengan attitude dan sound punk rock. Akhirnya mereka memadukan soul reggae dengan distorsi punk rock.

Musik D’Jenks banyak sekali terpengaruh oleh Toots and Maytals hingga The Clash. “Kita gak mau terpaku sama Bob Marley, karena kebanyakan orang tau reggae itu cuma Bob Marley sebenarnya lebih luas dari itu,” Ucap Rama Adhitya a.k.a Geboy (Gitaris) yang juga mantan gitaris band punk The Sabotage.

Album ini buka merupakan rilisan pertama mereka, sebelumnya mereka pernah masuk dalam kompilasi Return of The Rootbois (2010) dan Album Soundtrack Film Arisan 2 (2011).

“Album ini melambangkan hasil jerih payah dan semangat yang tak pernah padam, 10 tahun band ini terbentuk, akhirnya kita bisa membuktikan bahwa D’Jenks masih bisa merilis sesuatu, jangan pernah patah semangat.” Cerita Dome a.k.a Mr. Rumput (Vokalis) ketika ditanya makna album ini.

Di album ini D’Jenks juga dibantu beberapa musisi tamu seperti Reno Pratama dari Renprants and Soul Brother, Agustinus Pandji Mahardika dari Pandai Besi, dan Willy dari Delerium Tremens, dan beberapa musisi lainnya.

Selain album juga nantinya D’Jenks akan merilis ebuah paket collector series berisi satu paket kaset dan merchandise terbatas hanya 100pcs.

Proses rekaman album sendiri dimulai sejak tahun 2007-2012 di Harper Studi, Tebet, Gendhang Studio dan di Black Studi, Panglima Polim. Proses pengerjaan mixing dan mastering sendiri dilakukan oleh Bambang Hari Permana, seorang engineer berbakat dibalik beberapa rilisan lokal seperti Payung Teduh, Sore dan Pandai Besi.

Cover album band ini bekerja sama dengan Abud, seniman lokal dari Gardu House, sedangkan untuk produksi dan pendistribusian D’Jenks bekerja sama dengan Pavilium Record, sebuah record lokal yang sempat menangani band Efek Rumah Kaca.(rzl)

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.