Kuliner

Inilah Minuman Isotonik Asli Indonesia yang Manis Juga Menyegarkan2 min read

Thursday, 15 Feb 2018 | 17:12 WIB 2 min read

author:

Inilah Minuman Isotonik Asli Indonesia yang Manis Juga Menyegarkan2 min read

Reading Time: 2 minutes

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Jika Anak Muda membanyangkan minuman isotonik, pasti yang terbayang adalah minuman yang sering ada di iklan televisi. Tapi ternyata Indonesia punya isotonik khasnya sendiri dan yang pasti minuman berisotonik ini adalah minuman tradisonal khas sunda yang bernama Lahang. 

Dulu, minuman ini sangat populer sekali di masyarakat Sunda. Minuman yang terbuat dari sadapan air pohon aren ini terasa manis dan cocok sekali kalau diminum siang-siang pas terik matahari. Proses mengolah lahang sendir tidaklah mudah, karena harus melewati beberapa tahapan, pertama-tama cairan harus dikumpulkan dengan cara disadap bunga jantan dari pohon aren yang akan digunakan sebagai bahan baku lahang. Setelah terkumpul dan disimpan dalam bambu, lahang siap untuk dikonsumsi.

Cara menyadapnya pun tidak sembarangan, para petani biasanya akan berangkat lebih awal untuk menyadap aren agar kesegarannya terjaga. Pada kondisi tertentu air dari bunga jantan pohon aren ini jika terlambat disadap akan berubah menjadi cuka atau tuak dan akan bahaya kalau air aren ini sudah berubah menjadi tuak karena kandungan alkoholnya bisa sampai memabukkan.

Lahang sendiri sudah mengandung glukosa antara 10-15% jadi jangan heran kalau minuman isotonil ini rasanya manis walaupun tanpa dicampur gula ke dalamnya. Dan karena kandungan gula inilah Lahang juga sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gula aren.

Mengingat waktu kadaluarsanya yang hanya singkat, minuman Lahang ini tidak mungkin untuk disimpan terlalu lalu lama. Jadi minuman Lahang ini biasanya dijual oleh pedagang Fresh from The Oven. Hal unik lainnya yaitu para pedagang Lahang ini biasanya membawa lodong bambu sebagai tempat penyimpanan Lahangnya. Dibagian atas lodong bambu ini selalu disumbat dengan ijuk kelapa atau dengan kerakas daun pisang. Selain untuk melindungi Lahang dari debu, ijuk ini juga berguna untuk menyaring Lahang sewaktu menuangkannya ke pembeli. 

Namun zaman dulu tak seindah zaman sekarang, jika zaman dulu banyak orang yang meminumnya sebagai minuman penambah tenaga atau minuman pelepas dahaga dan dijual seharga Rp 500 sampai Rp 2.000 rupiah per gelasnya. Tapi sayang minuman ini sekarang sangat sulit didapatkan, selain pohon arennya yang sudah jarang ditemukan, cara untuk mendapatkan air Lahang juga relatif sulit. Jadi sangat wajar kalau sekarang,minuman ini sulit ditemui dan harganya bisa sampai sampai Rp 4.000 atau Rp 6.000 per gelasnya. (Fariz)

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.