Dayok Nabinatur: Makanan Adat Masyakarat Simalungun yang Berisi Petuah Leluhur – Radio Pemuda FM – Radio Online Anak Muda Indonesia
Kuliner

Dayok Nabinatur: Makanan Adat Masyakarat Simalungun yang Berisi Petuah Leluhur2 min read

Tuesday, 6 Apr 2021 | 13:31 WIB 2 min read

author:

Dayok Nabinatur: Makanan Adat Masyakarat Simalungun yang Berisi Petuah Leluhur2 min read

Reading Time: 2 minutes

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Sumateran Utara merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar keempat di Indonesia ini memiliki beragam warisan kuliner, salah satunya di daerah Simalungun dengan makanan adatnya Dayok Nabinatur yang telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakatnya.

Dalam bahasa Simalungun, dayok berarti ayam dan nabinatur berarti yang diatur. Jadi dayok nabinatur adalah masakan yang terbuat dari daging ayam yang pengerjaannya musti dilakukan dengan cermat, runut, dan teratur sejak proses pemotongan mengikuti alur anatomi ayam sampai penghidangannya. Saat hendak dihidangkan, daging ayam juga harus disusun secara teratur di atas talam dan ditata menyerupai wujud ayam tersebut ketika masih hidup.

Di zaman Kerajaan Simalungun dahulu, kuliner satu ini disajikan hanya untuk raja-raja Simalungun dan kaum bangsawan. Kokinya juga harus laki-laki. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, makanan ini kini sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan dan perempuan pun sudah bisa meraciknya.

Bukan tanpa alasan masyarakat Simalungun memilih ayam sebagai bahan dasar makanan adat karena menganggap ayam punya sifat baik. Makna filosofis dari sifat ayam, bisa menjadi panutan manusia.

Ayam rela menahan diri dan berpuasa saat mengerami telurnya, hal ini menunjukkan kegigihan ayam untuk mencapai tujuannya, yakni telur menetas dengan baik. Bahkan setelah menetas pun ayam akan selalu menjaga anaknya dalam lindungan sayapnya. Selain itu, ayam juga disiplin berkokok setiap subuh di waktu yang sama, tak mengenal musim dan cuaca.

Pengolahan dayok nabinatur biasanya memilih ayam kampung jantan. Hal ini karena masyarakat Simalungun meyakini bahwa ayam jantan melambangkan kegagahan, kekuatan, kerja keras, tahan banting, pantang menyerah, dan semangat. Kini, pemilihan bahan dasar sudah bisa menyesuaikan keinginannya.

Masyarakat Simalungun memegang kepercayaan bahwa dayok nabinatur bisa menjadi sarana menyampaikan doa berkat. Secara filosofis, orang yang menikmati dayok nabinatur akan menerima berkat dan menemukan keteraturan dalam hidup.

Maka tak heran jika orang tua menyertai doa-doa dan petuah saat menyerahkan dayok nabinatur. Makna petuah tersebut sangat berharga, baik dalam hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Termasuk di dalamnya, petuah untuk memahami posisi serta tanggung jawab baik sebagai bapak, ibu, anak, orangtua, mertua, sahabat, petani, pedagang, buruh, pegawai, atau berbagai profesi.

Petuah lainnya mengandung nilai-nilai luhur adat Simalungun. Dalam bermasyarakat, diharapkan dapat hidup dengan saling menghargai, membantu, mengasihi, bermanfaat, bekerja sama, dan berbagi. Kehidupan akan optimal jika setiap unsurnya bersatu menjadi kesatuan yang utuh dan menyeluruh.

Karena keistimewaannya ini lah semua juru masak yang terlibat dalam pengolahan dayok nabinatur harus jujur pada dirinya sendiri. Saat memotong ayam, harus mengikuti alur anatomi ayam, tidak boleh menyembunyikan daging walaupun hanya sepotong, dan saat masih dimasak sang juru masak juga tidak boleh mencicipinya

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Start a Conversation

Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp