Berita

Hujan yang Meneteskan Air Mata1 min read

Sunday, 5 Jan 2020 | 11:25 WIB 2 min read

author:

Hujan yang Meneteskan Air Mata1 min read

Reading Time: 2 minutes

PEMUDAFM.COM – Tahun baru, semestinya menjadi ajang untuk bersuka ria bersama sanak saudara, kelurga, dan teman-teman sebaya. Menyambut hari baru dengan harapan penuh doa, dan memulai hari dengan melepaskan beban yang ada. Namun tidak bagi sebagian penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tahun baru 2020 seakan di awali dengan perasaan sesak di dada, mengingat banjir yang melanda meluluhlantakkan kebahagiaan yang baru saja terasa.

Tanggal 31 Desember 2019, langit menumpahkan air hujan dengan begitu derasnya. Seakan mengucapkan selamat tinggal pada tahun yang tersisa dan akan berakhir beberapa menit saja. Tapi air hujan tak kunjung reda, bahkan menimbulkan bencana yang tidak pernah terduga. Air sungai meluap, banjir terjadi dimana-mana. Tak mengenal rumah siapa yang disinggahi, genangannya kian memuncak begitu cepat.

Ada sebagian masyarakat yang berhasil menyelamatkan barang berharganya, tapi banyak pula yang kehilangan harta benda bahkan nyawanya. Sebanyak 53 korban meninggal dan hilang tercatat pada Sabtu, 4 Januari 2020 akibat banjir di Jabodetabek. Kematian itu disebabkan karena tertimbunnya tanah longsor, tersengat arus listrik, terseret arus banjir dan hipotermia. Fasilitas umum yang ada juga rusak akibat banjir. Bahkan listrik terpaksa dipadamkan agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang lain.

Miris, sebanyak kurang lebih 173.000 korban bencana banjir diungsikan ke tempat-tempat yang lebih aman, mengingat banjir susulan bisa terjadi tanpa memberi salam. Mereka harus rela berdesak-desakan hanya untuk memejamkan mata secara perlahan, dan mengisi perut yang semakin lama semakin kering kerontang. Memikirkan nasib yang 180 derajat berbeda dari perkiraan. Tapi tetap mensyukuri nikmat yang Tuhan telah berikan.

Air hujan yang mengguyur beberapa hari belakangan seakan menyelipkan isak tangis pada setiap tetesnya, mengingatkan pada kejadian banjir tahun 2013 silam. Yang juga memberikan kepedihan begitu mendalam. Tetapi ada pula sesuatu yang tak kalah menyedihkan, ketika masyarakat dari dulu hingga sekarang dengan sibuknya saling menyalahkan. Biarlah awal tahun 2020 ini menjadikan kita kuat dan mampu bertahan pada setiap cobaan yang malang melintang. (zulfah)

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.