Event

Inilah 8 Tuntutan Dalam Women’s March 2018 yang Perlu Anak Muda Ketahui2 min read

Monday, 5 Mar 2018 | 16:14 WIB 2 min read

author:

Inilah 8 Tuntutan Dalam Women’s March 2018 yang Perlu Anak Muda Ketahui2 min read

Reading Time: 2 minutes

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Aksi damai Women’s March Jakarta yang bertajuk #lawanbersama digelar pada sabtu pagi 3 Maret 2018 dalam rangka jelang memperingati hari perempuan internasional. Massa aksi yang didominasi perempuan muda hingga paruh baya ini berdatangan dari latar belakang yang berbeda mulai dari kalangan selebritis, organisasi/lembaga perempuan, buruh, pelajar/mahasiswa, pekerja rumah tangga, pekerja seksual, korban kekerasan, sampai LGBTQ.

Massa aksi mengawali perjalanan dari titik kumpul massa tepatnya di Sari Pan Pasific, Sarinah sekitar pukul 08.00 WIB. Massa aksi yang menyuarakan tuntutan dan aspirasi yang berpihak pada kaum perempuan ini kemudian menyusuri jalan MH Thamrin,Medan Merdeka Barat lalu menuju Taman Aspirasi Monas di depan Istana Negara.

Dalam kegiatan aksi ini, ada sekitar 8 tuntutan aksi yang dialamatkan kepada pemerintah Indonesia hari ini. Tuntutan tersebut meliputi:

1. Menghapus hukum dan kebijakan yang diskriminatif dan melanggengkan kekerasan berbasis gender.

2. Mengesahkan hukum dan kebijakan yang melindungi perempuan, anak, masyarakat adat, kelompok difabel, kelompok minoritas gender dan seksual dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.

3. Menyediakan akses keadilan dan pemulihan terhadap korban kekerasan berbasis gender.

4. Menghentikan intervensi Negara dan masyarakat terhadap tubuh & seksualitas warga negara.

5. Menghapus stigma dan diskriminasi berbasis gender, seksualitas, dan status kesehatan.

6. Menghapus praktik dan budaya kekerasan berbasis gender di lingkungan hukum, kesehatan, lingkungan
hidup, pendidikan, dan pekerjaan.

7. Menyelesaikan akar kekerasan yaitu pemiskinan perempuan,khususnya perempuan buruh industri,konflik SDA, transpuan, pekerja migran, pekerja seks, dan pekerja domestik.

8. Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menghapus praktik dan budaya kekerasan berbasis gender di lingkungan hukum, lingkungan hidup, pendidikan dan pekerjaan.

Selain menyuarakan tuntutan tersebut, salah satu hal unik yang terlihat dalam aksi kali kini adalah tulisan disalah satu atribut milik peserta aksi yang bertuliskan

“Perempuan Batak : BORU NI RAJA ALAI HATOBAN” yang arti kasarnya melainkan putri raja, simbol raja disini bermakna “penghormatan” tetapi menjadi pembantu.

Satire yang disampaikan oleh salah satu peserta aksi ini mungkin arti luasnya hanya bisa dicerna oleh sebagian orang. Akan tetapi inti dari kritik yang disampaikan tersebut melainkan ialah menghapus stigma dan diskriminasi berbasis gender.

Aksi ini selain diselenggarakan di Jakarta juga berlangsung di kota-kota besar lainnya, seperti; Lampung, Bandung, Yogyakarta, Surabaya hingga Bali. (Frigi)

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.