Mengenal Kawah Sileri, Kawah Paling Aktif dan Indah di Dataran Tinggi Dieng – Radio Pemuda FM – Radio Online Anak Muda Indonesia
Pariwisata

Mengenal Kawah Sileri, Kawah Paling Aktif dan Indah di Dataran Tinggi Dieng2 min read

Friday, 30 Apr 2021 | 17:12 WIB 2 min read

author:

Mengenal Kawah Sileri, Kawah Paling Aktif dan Indah di Dataran Tinggi Dieng2 min read

Reading Time: 2 minutes

Dalam siaran pers dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya  Mineral, disebutkan erupsi atau letusan berupa lontaran material dan lumpur ke arah timur. Terjadi erupsi freatik pada Kawah Sileri di kompleks Gunung Dieng, Jawa Tengah, pada Kamis malam 29 April 2021.

Kawah Sileri mengalami erupsi freatik yang menghasilkan lontaran material batu sejauh sekitar 200 meter dan lumpur sejauh 400 meter ke arah selatan.

Kawah Sileri ini merupakan kawah terluas di Dataran Tinggi Dieng yang masih aktif dari 16 kawah yang tersebar di kompleks Gunung Dieng. Kawah Sileri sendiri memiliki luas sekitar 4 hektar dan merupakan kawah terluas di kompleks gunung api Dieng.

Nama Sileri berasal dari bahasa Jawa yaitu Leri atau air sisa cucian beras, air kawahnya yang terlihat berwarna silver dan mendidih persis seperti bekas cucian beras atau leri akhirnya hal inilah yang membuat kawah itu akhirnya diberi nama Leri atau sileri, karena sesuai dengan warna air yang terlihat kotor seperti leri.

Sumber Foto: https://banten.indeksnews.com/

Meski terbilang berbahaya dan air kawah yang terlhat kotor seperti leri, tapi cukup banyak orang yang datang untuk menikmati keindahan dan pesona Kawah Sileri ini. Kawah Sileri merupakan salah satu tempat wisata yang populer di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kawah yang dikelilingi sawah yang berpetak-petak apalagi saat sedang menghijau dengan asap asap yang mengebul menjadi keindahan yang akan Anak Muda liat disini.

Selain itu di balik keindahan Kawah Sileri ternyata ada legenda yang menarik untuk diketahui. Nama “sileri” pada tempat wisata terkait dengan sebuah legenda mengenai terbentuknya kawah ini. 

“Sileri” berasal dari “leri” yang dalam bahasa Jawa berarti air bekas mencuci beras.  Konon keberadaan Kawah itu, dari sebuah cerita seorang nenek sihir yang memperdalam ilmunya dan ingin bersemedi ke gunung.

Sang nenek membawa beberapa perlengkapan diantaranya kendi kecil berisikan air putih kental atau tajin atau dikenal juga dengan air bekas cucian beras. 

Namun diperjalanan kembali ke Desa Pagar Kandang, dia tersandung sebuah batu. Tempurung yang dibawanya terlepas dan isinya tumpah ke daratan. Tumpahan air beras tersebut lalu membentuk Kawah Sileri.

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Start a Conversation

Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp