Bebas Berpendapat

Malu Bertanya Sesat di Jalan1 min read

Wednesday, 17 Dec 2014 | 17:08 WIB < 1 min read

author:

Malu Bertanya Sesat di Jalan1 min read

Reading Time: < 1 minute

PRIBAHASA malu bertanya sesat di jalan merupakan sebuah peribahasa yang lahir dalam masyarakat melayu yang masih sederhana. Peribahasa malu bertanya sesat dijalan dengan begitu banyak makna didalamnya bukan hanya sebagai ungkapan untuk kita gunakaan apabila kita tidak mengetahui jalan maka bertanyalah, peribahasa tersebut merupakan sebuah himbauan untuk khususnya masyarakat Indonesia apabila ada hal yang tidak diketahui maka bertanyalah selain itu peribahasa ini juga mengandung arti untuk kita dapat saling membantu antara satu dengan yang lainnya.

Nilai dari peribahasa malu bertanya sesat di jalan ini sepertinya telah dilupakan oleh beberapa masyarakat Indonesia, sifat individualisme dan adanya sifat “gengsi” merupakan beberapa hal yang menjadikan beberapa masyarakat Indonesia sudah benar-benar malu jika bertanya. Anggapan beberapa orang jika mereka bertanya maka akan terlihat bodoh atau menurunkan kualitas dirinya menjadi sebuah alasan untuk membentengi diri mereka agar tetap terlihat sempurna. Jika kita menelaah jauh lagi bahwa ada beberapa manfaat apabila kita sering bertanya atau tidak malu untuk bertanya jika ada beberapa hal yang tidak di ketahui.

Memperbanyak jaringan atau teman, memiliki banyak pengetahuan beragam hingga dapat mengenal sifat dan karakter seseorang merupakan beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari kegunaan bertanya kepada seseorang. Peribahasa “Malu Bertanya Sesat Di Jalan” semoga bisa terus dapat menjadi peribahasa semangat bertanya dan diterapi oleh masyarakat Indonesia, tidak ada yang dirugikan bila kita sering bertanya, oleh sebab itu mulai dari sekarang bertanyalah. (Sadam)

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.