Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Jakarta Weekday Festival 2019

Muhamad Fariz Wednesday, 30 Oct 2019 | 13:32 WIB 0 31 Views
Radio Online Indonesia

PEMUDAFM.COMRadio Online Indonesia. Bicara tentang festival musik tak dipungkiri sudah menjadi agenda wajib anak muda yang biasanya datang mencari hiburan untuk melepas penat dari kesibukan sehari-hari di penghujung minggu. Namun, apa jadinya kalau ada festival musik  yang digelar pada tengah minggu seusai kita tenggelam dalam kesibukan serta hiruk-pikuk kota Jakarta.

Jakarta Weekday Festival menjawab pertanyaan tersebut. Pagelaran yang dipromotori oleh Garuda Nation Mediatama ini sukses digelar untuk pertama kalinya pada tanggal 24 Oktober 2019 lalu.

Malam itu Helipad Parking Lot GBK cukup ramai diisi oleh sebagian besar anak muda yang ingin menyaksikan penampilan dari grup musik electro-pop asal Montreal, Kanada, Men I Trust. Sepertinya ini festival pertama kali yang saya sambangi pada tengah minggu dan kebetulan untuk pertama kali pula saya menginjakan kaki di Helipad Parking Lot GBK, setelah sebelumnya tempat tersebut juga sudah beberapa kali dijadikan venue beberapa pagelaran.

Saya sampai sekitar pukul 5 sore, acara dibuka melalui penampilan “Manjakani” pada pukul 3 lalu dilanjutkan oleh “Reality Club” dan “Ten2five”. Terdapat 2 panggung besar yang bersebelahan pada pagelaran ini.

“Elephant Kind” tampil enerjik sore itu, mereka  memberikan energi positif kepada seluruh penonton yang berdiri di depan Stage B. Penampilan sore itu ditutup oleh “Ecoutez” di Stage A hingga sebelum adzan maghrib.

Untuk ukuran festival musik seperti ini, Jakarta Weekday Festival cukup memanjakan kantung pengunjungnya. Harga makanan dan minuman yang dijual menurut saya sangat ramah bagi isi dompet apalagi sebagian besar pagelaran ini dikunjungi oleh anak muda.

Jujur, saya cukup girang waktu pertamakali  tau jika pagelaran ini memboyong Men I Trust ke Indonesia. Terlebih deretan penampil lainnya yang juga cukup mengambil hati pengunjung seperti Efek Rumah Kaca, Hivi, Bams, Yura , Maliq & D’essentials hingga Afgan.

Break maghrib usai, penampilan dilanjutkan oleh Hivi yang mengajak para penonton untuk berdendang bersama. Selanjutnya ada Efek Rumah Kaca yang Konsisten dengan karya-karya untuk menyuarakan perlawanan, terlihat salah satu dari kerumunan penonton yang mengangkat poster bertuliskan “Reformasi Di Korupsi”.

Sebelum penampilan Men I Trust, grup musik yang paling ditungu-tunggu malam itu, “Bams” menjembatani lewat lagu-lagu hits yang membesarkan namanya pada tahun 2005. Saya rasa kalian masih SD saat itu ya? Malam itu pula ia membawakan single barunya yang bertajuk “24 Mojo”. Akhirnya, grup musik yang penampilannya saya pantau lewat kanal video streaming sejak 2 tahun lalu, tampil perdana di Jakarta . Petikan gitar dari Emma (Vokalis Men Trust) dengan lagu tailwhip sebagai pembuka seketika membuat penonton menganggukan kepala seiring alunan musik yang dibawakan.

Men I Trust bermain hampir tanpa jeda. Saya terlalu tenggelam dan fokus memotret Emma sang Vokalis, sesekali mengarahkan bidikan pada  pembetot bass Jessy Caron, dan keyboardis Dragos Chiria.

‘Show Me How’, ‘Air’, ‘Numb’, ‘I Hope To Be Around’, sampai ‘Seven’. Dibawakan dengan apik malam itu, namun sayang ada satu lagu yang tidak dibawakan yaitu single mereka yang bertajuk ‘Lauren’ lagu yang membuat saya tertarik dengan grup musik asal Kanada tersebut. Penampilan perdana Men I Trust di Jakarta cukup memukau, meski terasa sebentar. Setelah Artis Internasional selesai tampil, masih ada nama-nama besar seperti Yura, Afgan hingga Malid & D’essentials malam itu.

Berdasarkan ‘Siaran Persnya’, konsep festival musik ini berbeda dengan festival musik lain. Selain dari sisi line up, konsep unik yang dimiliki yaitu membalut festival musik dengan acara donasi yang bekerjasama dengan NGO “Aksi Cepat Tanggap” yang bergerak di bidang kemanusiaan.”  sebagai bentuk rasa peduli kepada sesama. Semoga tahun depan Jakarta Weekday Festival kembali digelar, dengan konsep unik lainnya serta konsisten menjadi medium hiburan di tengah minggu. (Frigi)

Berikan Komentar: