Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Wayang Pun Masuk Mal

admin Monday, 3 Mar 2014 | 18:16 WIB 0 547 Views
Wayang Pun Masuk Mal

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, wayang merupakan salah satu hasil seni budaya nasional yang harus dilestarikan agar tidak hilang atau diambil orang, karena itu generasi muda harus dapat melestarikan kebudayaan tersebut.

“Jangan sampai seni budaya itu diambil negara lain, bahkan belajar wayang di negara yang bukan hasil budayanya,” kata Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Silviana Murni, di Jakarta, Kamis (27/2/2014).

Jokowi mengatakan, pergelaran wayang ini diharapkan dapat memicu generasi muda untuk lebih memahami sehingga kehadiran wayang tersebut makin berkiprah di Tanah Air.

Karena itu untuk lebih dikenal maka wayang tersebut selain masuk ke mal juga ke sekolah mulai dari sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi yang pada gilirannya kebudayaan tersebut akan masuk ke dunia tanpa batas.

Menurut Gubernur DKI, wayang merupakan salah satu budaya yang paling populer, menjadi sarana sosial seperti, berdakwah, dan kritik sosial serta memberikan hiburan. “Kita harus dapat mengangkat budaya tersebut lebih baik yang diharapkan akan menjadi tulang punggung dalam sektor pariwisata,” ujarnya.

Gubernur DKI melanjutkan, mengenal wayang lebih jauh akan meningkatkan pengetahuan, seperti siapa Gatotkaca, Arjuna, dan Semar. “Kami optimis kerja sama PT Bank BCA dan Kompas TV akan memberikan dampak yang positif atas pengenalan wayang,” katanya.

Sementara itu Wakil Dirut PT BCA, Eugene Keith Galbraith mengatakan, program BCA wayang masuk mal untuk mendidik dan memperkenalkan wayang kepada generasi muda. “Wayang masuk mal agar kebudayaan tersebut terus lestari dan membangkitkan kepedulian masyarakat,” katanya.

Wakil Ketua Umum Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia), Onang Sunaryono mengatakan, penyebab mulai lunturnya wayang di Indonesia adalah rendahnya frekuensi pergelaran wayang. “Wayang kurang berdaya dalam merebut ruang dari perhatian anak-anak muda Indonesia,” ujarnya.

Menurut Onang, sudah jarang pergelaran wayang yang ditonton anak muda. “Karena itu kami mendukung kegiatan yang berupaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai wayang,” katanya.

Direktur Pelaksana Kompas TV, Bimo Setiawan mengatakan, Kompas TV terus menayangkan wayang dengan durasi setengah jam, agar masyarakat dapat melihat dan menonton hasil siarannya. “Penayangan wayang ini diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendorong mereka untuk lebih mengenal wayang tersebut,” kata Bimo.
Sumber: Kompas.com

Berikan Komentar: