Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Mengapa Manusia Harus Kreatif? Mungkin Alasannya agar Dapat Jodoh

admin Selasa, 26 Mei 2015 | 15:47 WIB 0 644 Views
Mengapa Manusia Harus Kreatif? Mungkin Alasannya agar Dapat Jodoh

PEMUDAFM.COM – Bagaimana awalnya manusia menjadi makhluk kreatif? Mengapa harus menjadi kreatif?

Josephine CA Joordens, peneliti post-doktoral dari Universitas Leiden di Belanda, mengungkapkan bahwa alasan tumbuhnya kreativitas mungkin tak jauh-jauh dari mencari jodoh.

Joordens menyampaikan hal itu di sela presentasi tentang penemuan ukiran cangkang tertua di dunia dalam acara ulang tahun ke-25 Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Jakarta, Senin (25/5/2015).

Ukiran cangkang tertua sendiri ditemukan pada fosil cangkang kerang air tawar dari situs Trinil, Jawa Timur.

Cangkang itu ditemukan pertama kali oleh Eugene Dubois di Trinil pada tahun 1896. Selanjutnya, cangkang menjadi koleksi Museum Leiden.

Beberapa waktu lalu, Joordens dan rekannya, Clive Finlayson, mengevaluasi cangkang dan menyadari adanya pola yang aneh pada cangkang.

Joordens meminta Finlayson yang seorang pakar hewan untuk mengidentifikasi apakah pola itu alami atau buatan.

Setelah difoto dan diamati dengan mikroskop, Finlayson mengungkap bahwa pola aneh itu buatan manusia.

Hal yang mengejutkan, pembuat pola itu ternyata bukan manusia modern (Homo sapiens), melainkan manusia Jawa kuno (Homo erectus).

Ukiran tersebut diprediksi berumur 500.000 tahun.

Joordens mengungkapkan, ukiran yang sebenarnya hanya berupa gambar zigzag itu merupakan “petunjuk awal kreativitas manusia”.

Nah, apa alasan Homo erectus membuat ukiran tersebut? Apakah mereka hanya iseng atau punya tujuan?

Joorden mengungkapkan, “Salah satu kemungkinannya adalah ada desakan untuk kreatif.”

“Desakan untuk kreatif itu dipicu oleh mekanisme seleksi seksual. Mereka yang kreatif akan dipilih,” ujarnya.

Kreativitas yang muncul kemudian berupa ukiran cangkang yang oleh banyak pihak disebut sebagai seni tertua yang dibuat manusia.

Desakan untuk menjadi kreatif itu mungkin muncul lebih dari 500.000 tahun lalu.

Kreativitas dalam bentuk seni mungkin tidak penting untuk mencari makan. Namun, diduga hal itu menjadi salah satu pertimbangan mencari jodoh.

“Kesuksesan suatu spesies ditentukan oleh jumlah anak yang dihasilkan. Lebih banyak anak, maka makin sukses suatu spesies,” kata Joordens.

“Jika dalam satu populasi kreativitas jadi pertimbangan, desakan kreatif menyebar,” katanya.

Desakan itu yang kemudian membuat umat manusia menjadi makhluk kreatif, salah satunya dengan berkarya seni.

Menurut Joordens, kebiasaan manusia masa kini mengidolakan seorang artis mungkin berakar pada kebiasaan masa lalu.

“Musik, puisi, memang memicu emosi kita,” ujar Joordens.

Emosi memang tidak penting dalam kesintasan suatu spesies. Namun, emosi membangun rasa dihargai yang akhirnya menentukan dalam pencarian pasangan.

Sumber: Kompas.com

Berikan Komentar: