Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Warna Warni Indonesia: Mengenal Budaya dan Destinasi Wisata Berbeda

admin Rabu, 21 Okt 2015 | 7:10 WIB 3 905 Views
Warna Warni Indonesia: Mengenal Budaya dan Destinasi Wisata Berbeda

PEMUDAFM.COM – Bosan dengan destinasi liburanmu? Mungkin kini sudah saatnya anak muda menjelajahi Indonesia lebih dalam lagi. Indonesia bukan hanya tentang pegunungan dan pantai sebagai tempat wisata, beragam daerah selain pegunungan dan pantai ternyata memiliki nilai keindahan dan keunikan tersendiri dari sisi yang berbeda.

Masih satu rumpun di daerah pegunungan tapi kita tidak menanjak kesana, melainkan melihat sisi lain Indonesia di kaki gunung. Pegunungan Kendeng dengan ketingiian 300-600 MDPL, terdapat orang-orang dengan suku kanekes, atau biasa kita kenal sebagai suku Baduy. Kata Baduy berasal dari para peneliti Belanda yang mengangap mereka sama dengan kelompok Arab Badawi, dimana kelompok atau masyarakat tersebut senang berpindah-pindah (nomaden).

Terletak di kabupaten Lebak, Banten. Kamu bisa menggunakan alat transportasi darat seperti kereta api dan bus untuk sampai ke pedesaan Baduy yang jaraknya cukup melelahkan yaitu 40km dari Rangkas Bitung, Banten. Terdiri dari 5.000-8.000 penduduk dengan sub etnis sunda ini mayoritas kepercayaan yang mereka anut ialah Sunda Wiwitan dengan pemujaan terhadap arwah nenek moyang (animism) dengan seiring perkembangan zaman selanjutnya juga dipengaruhi oleh agama Hindu-Budha.

Sebelum kalian mencoba mengunjungi pedesaan suku Baduy, ada yang harus di ketahui yaitu daerah suku Baduy terdiri dari 56 kampung dengan luas 5000 hektar. Sebanyak 56 kampung ini terbagi lagi menjadi 2, yaitu Baduy Dalam yang terdiri dari 3 kampung dan sebanyak 53 kampung untuk Baduy Luar.

Kenapa suku Baduy ini terbagi menjadi 2? Apa yang terjadi dengan mereka? Tak perlu resah, walaupun pernah terjadi perang diantara suku ini namun keduanya tetap satu, hanya saja pergeseran adat istiadat yang membuat keduannya terpisah. Suku Baduy Luar sudah mulai terjadi pergeseran moderenisasi. Misalnya, mereka telah mengenal teknologi dan beberapa manfaatnya, seperti peralatan elektronik. Proses pembangunan rumah penduduk suku Baduy Luar sudah menggunakan alat bantu seperti palu, paku, gergaji, serta menggunakan peralatan rumah tangga modern. Hal ini berbeda dengan suku Baduy Dalam yang lebih terisolasi dari arus modernisasi, serta masih memegang teguh adat istiadat dari nenek moyang mereka, biasanya suku Baduy Dalam lebih mengisolasi daerah kependudukannya untuk di datangi orang asing/ para wisatawan.

Jika kamu tertarik mengunjungi pedesaan unik di kawasan Banten ini, namun bingung harus beristirahat dimana? Nah kamu dapat beristirahat di rumah penduduk suku Baduy Luar, seperti kebanyakan orang Indonesia pada umumnya, mereka juga cukup ramah dengan orang-orang asing. Namun kita harus tetap menjaga keindahan dan keunikan suku Baduy agar tetap terus ada dan menjadi salah satu ragam budaya milik Indonesia, selamat liburan dengan destinasi yang berbeda dan ayo mulai rencanakan liburan akhir tahun kamu dari sekarang. (Putri)

—–
Artikel ini merupakan ulasan dari program WAWANI – Warna Warni Indonesia, yang tayang setiap jam 17.00 sampai 19.00 WIB di Radio Pemuda FM.

Sumber gambar disini.

3 Komentar »

  1. Achmad Fazri Selasa, 27 Okt 2015 | 11:57 WIB at 11:57 WIB - Reply

    Katanya orang suku baduy tidak pernah pakai sendal, berarti para wisatawan juga harus melepas alas kakinya juga ya… saya belum pernah datang langsung kesana, Tapi hanya tau lewat media aja… Suku baduy, tidak tergerus oleh zaman…

  2. Fahmi Jumat, 30 Okt 2015 | 11:00 WIB at 11:00 WIB - Reply

    pengen banget main ke baduy, tapi kesempatan dan waktu belom ada nih 😐 *huhuuuu*

  3. bersapedahan Selasa, 3 Nov 2015 | 14:24 WIB at 14:24 WIB - Reply

    baduy ini kerennn …
    saya mesti travelling kesana ..

Berikan Komentar: