Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Uniknya Upacara Adat Keraton, Labuhan Gunung Merapi

admin Monday, 20 Mar 2017 | 11:53 WIB 0 192 Views


PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Siapa yang tak mengenal Kota Pelajar Yogyakarta? Kota yang berada di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki segudang tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakatnya. Tradisi tersebut bernama Labuhan Merapi. Upacara adat ini merupakan tradisi yang sudah lama dilakukan oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta. Upacara ini dipimpin langsung oleh sang juru kunci gunung merapi yang saat ini sudah jatuh ke tangan anak dari Mbah Maridjan, yakni Ki Asih Surakso Hargo.

Upacara Adat Labuhan Merapi merupakan tradisi Keraton Yogyakarta yang diselenggarakan pada akhir bulan Rejeb (rajab) tepatnya tanggal 30 Rejeb dalam penanggalan Jawa setiap tahunnya. Upacara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Jumenengan Ndalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tradisi serupa juga diselenggarakan keraton Yogyakarta dua tempat yang berbeda yaitu di Pantai Parangkusumo dan Gunung Lawu.

Upacara Labuhan Merapi selalu digelar masyarakat setempat dan Kesultanan Yogyakarta secara turun temurun tanpa mengurangi muatan sakralnya. Labuhan ini hanya boleh dilaksanakan atas perintah raja sebagai kepala pemerintahan, kepala kerajaan dan pemangku adat. Upacara Labuan Merapi dipimpin oleh juru kunci yang ditunjuk Keraton Yogyakarta. Secara sederhana, upacara ini sendiri bisa diartikan sebagai aktivitas memberi sesaji/persembahan kepada roh halus yang berkuasa di suatu tempat yang bertujuan untuk keselamatan pribadi Sri Sultan, kraton serta rakyat Yogyakarta.

Labuhan berasal dari kata ‘labuh’ yang artinya persembahan. Upacara adat Keraton Yogyakarta ini merupakan perwujudan doa persembahan kepada Tuhan atas rahmat dan anugerah yang diberikan kepada karaton dan rakyatnya juga sebagai tanda penghormatan bagi leluhur yang menjaga Gunung Merapi. Upacara puncak labuhan diadakan di Gunung Merapi namun penyelenggaraan upacara adat ini juga biasanya diselenggarakan di tempat lain seperti di Pantai Parangkusumo, Gunung Lawu dan Kahyangan Dlepih.

Labuhan Merapi merupakan upacara adat yang disakralkan masyarakat Yogyakarta dan sekitar Gunung Merapi. Kesakralan upacara ini terletak pada pranata keraton yang harus dilakukan secara khusus, khidmat dan tidak boleh dilakukan sembarang orang. Pranata keraton merupakan manifestasi budaya yang bermakna membuang, menjatuhkan atau menghanyutkan benda-benda yang telah ditetapkan keraton agar sultan dan rakyatnya mendapatkan keselamatan.

Labuhan Merapi juga dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata untuk mengenalkan kekayaan budaya asli Yogyakarta. Tak pelak tiap kegiatan ini diadakan selalu menarik perhatian para turis, terutama turis-turis mancanegara. Banyak dari mereka yang memang sengaja datang ke kawasan Cangkringan, Sleman untuk melihat upacara adat tersebut. Hal tersebut terlihat jelas saat pagelaran berlangsung, dimana para turis sangat antusias menyaksikannya. Mereka pun tidak hanya sekedar menonton tapi juga mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga malam hari.

Labuhan ini akan kembali dilaksanakan pada bulan April 2017. Persiapannya pun sudah banyak dilakukan untuk mensukseskan labuhan tahun ini. Para abdi dalem keraton pun sangat antusias menyambut labuhan yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Banyak wisatawan yang berniat datang hanya untuk melihat dan menyaksikan prosesi adat yang hanya dilakukan satu tahun sekali ini.

Tradisi adat ini akan terus terlaksana hingga tahun yang akan datang. Kita sebagai anak muda generasi Indonesia sudah sepatutnya menjaga apa yang sudah diwariskan oleh kakek dan nenek. Jangan sampai tradisi adat ini punah termakan zaman yang semakin maju karena derasnya arus globalisasi. Mengikuti perkembangan zaman memanglah tidak dilarang, namun tetap menjaga dan melestarikan menjadi pilihan yang positif. (Indah)

Foto: Josstoday

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: