Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Tradisi Sederhana Namun Penuh Makna Menjelang Idul Adha

admin Monday, 4 Sep 2017 | 10:07 WIB 0 109 Views
Tradisi Sederhana Namun Penuh Makna Menjelang Idul Adha

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Bicara tentang tradisi di Indonesia takkan pernah habis rasanya, karena banyaknya suku dan budaya yang berbeda sehingga adat dan tradisinya pun bermacam macam. Apalagi tradisi menyambut hari besar atau hari suci. Seperti masyarakat di Desa Kemiren Banyuwangi yang mempunya tradisi Mepe Kasur, sebuah tradisi unik jemur kasul menjelang hari raya idul adha.

Tradisi Mepe Kasur ini merupakan tradisi menjemur Kasur yang dilakukan warga kampung adat Using, Desa Kemiren, Banyuwangi setiap tanggal 1 Dzulhijjah. Tidak jauh berbeda dengan menjemur kasur seperti yang biasa kita lakukan, kasur dijemur dibawah matahari dan dipukul-pukul dengan rotan. Uniknya, semua warga secara massal menjemur kasur di sepanjang kampung. Dan jika diamati ternyata ada hal unik lainnya dari barisan kasur-kasur yang dijemur oleh warga tersebut. Yakni, warna kasurnya memiliki warna yang sama, yaitu kombinasi merah dan hitam.

Konon kesamaan kombinasi warna merah dan hitam pada kasur yang dimiliki warga kampung adat Using dipercaya bagi setiap pengantin baru, untuk mempelai wanita keturunan suku Using harus membawa kasur warna merah dan hitam. Sebab kasur dengan kombinasi warna merah dan hitam itu, dijadikan alas tidur untuk kedua mempelai. Bahkan, diyakini jika tak menggunakan kasur bercorak merah dan hitam ini, bisa mendatangkan bencana.

Warga setempat menjuluki warna kasurnya dengan istilah abang cemeng. Masyarakat menyebutnya warna Cemeng atau hitam sebagai simbol dari makna perlindungan dari segala macam penyakit dan bencana. Sedangkan warna abang atau merah dapat ditafsirkan sebagai warna kelanggengan.

Semua tradisi pasti memiliki maksud yang baik menurut cara masyarakat itu sendiri. Tidak terkecuali bagi sebagian besar warga Desa Kemiren di Banyuwangi yang berpendapat bahwa Mepe Kasur dapat menghilangkan semua bencana dan penyakit. Jika dipikir secara logika, kasur yang bersih dari debu dan kotoran dapat menghindari kita dari segala macam penyakit. Namun, menurut makna simbol yang dilontarkan oleh warga, ritual ini dapat melindungi diri dari bencana serta memperat kelanggengan pasangan suami istri.

Tradisi Mepe Kasur mungkin kelihatannya hanya sesederhana menjemur dan menepuk-nepuk si alas tidur, tapi ia memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Tak hanya pengharapan akan keselamatan kepada Tuhan, tapi juga tentang bagaimana menjaga hubungan antar anggota keluarga, khususnya suami istri dan hubungan dengan warga sekitar.
Jadi, walaupun tradisi ini terbilang sangat sederhana tetapi kita tidak boleh menganggap remeh tradisi-tradisi yang ada. Kita sebagai Anak Muda juga harus bisa menjaga dan melestarikan apapun tradisi yang ada di Indonesia. (Fariz)

Foto: Keluargabiru.com

Berikan Komentar: