Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Tradisi Bau Nyale, Lomba Menangkap Cacing Jelmaan Putri Cantik

admin Tuesday, 17 Oct 2017 | 14:43 WIB 0 64 Views
Tradisi Bau Nyale, Lomba Menangkap Cacing Jelmaan Putri Cantik

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Bermacam-macam tradisi, suku bangsa, bahasa, dan budaya  banyak tersebar di  Indonesia ini. Salah satunya tradisi yang dimiliki suku sasak di  Lombok, tradisi  Bau Nyale ini salah satu tradisi yang masih di pertahankan sampai saat ini bahkan dijadikan festival tahunan untuk menarik wisatawan. Bau Nyale merupakan salah satu tradisi sekaligus identitas suku Sasak.

Tradisi Bau Nyale berasal dari bahasa Sasak yaitu, dalam bahasa Sasak, Bau yang memiliki arti menangkap sedangkan Nyale adalah nama sejenis cacing laut. Jadi bisa diartikan, tradisi ini adalah kegiatan menangkap nyale yang ada di laut. Tradisi ini sudah ada sebelum abad ke 16 Masehi dan sudah menjadi tardisi masyrakat yang setempat yang sulit untuk di ditinggalkan karena mereka yakin bahwa upacara ini memiliki tuah yang dapat mendatngkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan bahaya bagi yang meremehkannya.

Tradisi Bau Nyale merupakan sebuah kegiatan yang dihubung-hubungkan dengan kebudayaan setempat. Bau Nyale berawal dari legenda lokal yang melatarbelakangi yakni tentang kisah Pengorbanan Putri Mandalika. Putri Mandalika yang konon memiliki wajah yang cantik dan hati yang baik membuat banyak raja ingin menjadikannya permaisuri. Karena bingung meentukan pilihannya dan sang putri takut jika ia memilih salah satu dari mereka akan terjadi peperangan yang mengakibatkan rakyat menjadi korban.

Maka dari itu ia lebih memutuskan untuk mengorbankan dirinya sendiri dengan menceburkan dirinya ke laut dan berubah menjadi nyale yang berwarna warni. Oleh sebab itulah masyarakat disini percaya bahwa cacing nyale bukanlah sekedar cacing laut biasa, tetapi mereka juga percaya nyale ini bisa kesejahteraan bagi siapa yang menangkapnya. Masyarakat suku sasak yakin bahwa nyale dapat membuat tanah pertanian mereka lebih subur dan mendapatkan hasil panen yang bagus. Selain itu, nyale juga bisa digunakan untuk lauk pauk masyarakat sekitar.

Hal ini juga dibuktikan dengan adanya penelitian secara ilmiah bahwa cacing Nyale yang pernah diteliti memang mengandung protein hewani yang begitu tinggi, selain itu Dr. dr. Soewignyo Soemohardjo dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa cacing Nyale bisa mengeluarkan zat yang terbukti mampu membunuh kuman-kuman. Sedangkan secara sosial dan budaya, berdasarkan sebuah survey di kalangan para petani di wilayah Lombok tengah, bahwasanya 70.6% responden yang membuang daun bekas pembukus Nyale Pepes ke area persawahan bisa membuat kesuburan tanah meningkat dan hasil pertanian masyarakat juga menjadi meningkat. (Fariz)

Berikan Komentar: