Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Tidak Dengan Kesedihan, Beginilah Suka Cita Upacara Kematian Khas BATAK

admin Wednesday, 27 Sep 2017 | 12:11 WIB 0 109 Views


PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Kematian identik dengan kesedihan dan air mata. Kematian merupakan akhir dari perjalanan hidup manusia. Namun berbeda dengan masyarakat Batak, kematian identik dengan pesta dan suka cita. Dalam tradisi Batak Toba, orang yang mati akan mengalami perlakuan khusus, terangkum dalam sebuah upacara adat kematian.

Upacara adat kematian tersebut diklasifikasi berdasar usia dan status si mati. Untuk yang mati ketika masih dalam kandungan (mate di bortian) belum mendapatkan perlakuan adat (langsung dikubur tanpa peti mati). Tetapi bila mati ketika masih bayi (mate poso-poso), mati saat anak-anak (mate dakdanak), mati saat remaja (mate bulung), dan mati saat sudah dewasa tapi belum menikah (mate ponggol), keseluruhan kematian tersebut mendapat perlakuan adat: mayatnya ditutupi selembar ulos (kain tenunan khas masyarakat Batak Toba). Ulos penutup mayat untuk mate poso-poso berasal dari orang tuanya, sedangkan untuk mate dakdanak dan mate bulung, ulos dari tulang (saudara laki-laki ibu) si orang mati.

Upacara adat kematian semakin penuh mendapatkan perlakuan adat. Untuk yang mati saat berumah tangga namun belum mempunyai anak (mate di paralang-alangan / mate punu), mati saat berumah tangga dengan meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil (mate mangkar), mati saaat berumah tangga dengan memiliki anak-anak yang sudah dewasa, bahkan sudah ada yang kawin, namun belum bercucu (mate hatungganeon), mati memiliki cucu, namun masih ada anaknya yang belum menikah (mate sari matua), dan mati yang telah bercucu tidak harus dari semua anak-anaknya (mate saur matua). Mate Saurmatua menjadi tingkat tertinggi dari klasifikasi upacara, karena mati saat semua anaknya telah berumah tangga.

Kata penghiburan, diselingi ritual jambar tor-tor, yaitu ritus manortor (menarikan tarian tor-tor) menjadi salah satu khas Batak toba dalam pesta kematian ini. Tor-tor adalah tarian tradisional khas Batak. Tarian tor-tor diiringi musik dari gondang (alat musik tradisional khas Batak). Memang unik, Kematian yang seharusnya dipenuhi dengan air mata tapi berbanding terbalik dengan penuhnya canda tawa dan diiringi oleh alunan musik, layaknya pesta pernikahan. kita tidak mungkin menolak ataupun menentang budaya upacara kematian yang dimiliki oleh masyarakat Batak. Meskipun berbeda-beda dalam merayakan kematian disetiap daerah,kita wajib menghormati dan turut melestarikan budaya asal Indonesia. (Victor)

Foto: Newswantara

Berikan Komentar: