Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Tari Caci, Tarian Perang Simbol Kepahlawanan dan Keperkasaan

admin Tuesday, 25 Oct 2016 | 14:59 WIB 0 344 Views
Tari Caci, Tarian Perang Simbol Kepahlawanan dan Keperkasaan

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Banyak hal yang menakjubkan jika anda memulai berpetualang di alam terbuka di NTT. Di Tanah Flobamora (Flores, Sumba, Timor dan Alor) ini, anak muda akan menemukan keindahan alam yang sungguh luar biasa, kekayaan budaya yang sangat beragam, keramahtamahan masyarakatnya, biota laut yang indah serta hewan purba komodo. Dan kali ini anak muda akan diajak untuk untuk menengok salah satu seni tari khas suku Manggarai yang merupakan salah satu suku besar yang mendiami pulau Flores, NTT. yaitu Tari caci yang merupakan atraksi tarian perang khas Manggarai, di Nusa Tenggara Timur yang menyiratkan simbol dan makna kepahlawanan serta keperkasaan.

Caci sendiri berasal dari dua kata yaitu ‘ca’ yang berarti satu dan ‘ci’ yang artinya uji. Jadi makna dari caci adalah uji ketangkasan satu lawan satu. Tarian ini memiliki kisah asal mula, yaitu dahulu kala, dua orang kakak beradik berjalan melewati hutan padang rumput dengan seekor kerbau yang mereka pelihara. Si adik diceritakan terjerumus dalam sebuah lubang dalam sehingga sang kakak panik mencari apapun untuk menarik adiknya. Tak satu pun dapat membantu upayanya, kecuali ia harus menyembelih kerbaunya dan menggunakan kulitnya untuk menarik sang adik. Itu pun akhirnya ia lakukan dan si adik terselamatkan. Untuk merayakannya, mereka menciptakan permainan Caci untuk memperingati rasa kasih sayang di antara keduanya.

Tarian ini merupakan tarian yang dimainkan oleh dua penari laki-laki yang menari dan saling bertarung dengan menggunakan cambuk dan perisai sebagai senjatanya. Salah satunya disebut sebagai Paki atau seorang laki-laki yang berperan sebagai pemukul. Berusaha memecut lawan dengan perisai yang disebut nggiling dan Ta’ang atau laki-laki yang berperan sebagai penangkis. Dibuat bambu berjalin rotan berbentuk bundar.

Para pemain dibagi menjadi dua kelompok yang secara bergantian bertukar posisi sebagai kelompok penyerang dan kelompok bertahan. Tarian Danding atau tandak Manggarai ditarikan sebagai pembuka pertunjukan caci. Penari caci tidak hanya menari namun juga melecutkan cambuk ke lawan sembari berpantun dan bernyanyi.

Bila pukulan lawan dapat ditangkis, maka pecutan tidak akan mengenai badan. Kalau pecutan tidak dapat ditangkis, pemain akan menderita luka. Jika mata terkena cambukan, maka pemain itu langsung dinyatakan kalah (beke), dan kedua pemain segera diganti.
Tidak semua laki laki bisa menjadi penari caci, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi laki-laki seperti tubuh atletis, penari harus pandai pula menyerang lawan atau bertahan dari serangan lawan, luwes dalam melakukan gerak tari, serta dapat menyanyikan lagu daerah. Hal-hal tersebut yang akan mereka lakukan selama pertunjukkan yang diringi musik gendang, gong, dan nyanyian.

Pakaian penarinya pun khas tersendiri, Penari perang caci mengenakan celana panjang berwarna putih dipadu dengan kain songke (sejenis songket khas Manggarai) yang dikenakan di sebatas pinggang hingga lutut. Tubuh bagian atas dibiarkan telanjang sebab tubuh tersebut adalah sasaran bagi serangan lawan. Pada bagian kepala, para penari mengenakan topeng (panggal) berbentuk seperti tanduk kerbau dan terbuat dari kulit kerbau yang keras serta dihiasi kain warna-warni. Panggal akan menutupi sebagian muka yang sebelumnya sudah dibalut dengan handuk atau destar sebagai pelindung.

Para penari biasanya juga mengenakan hiasan mirip ekor kuda terbuat dari bulu ekor kuda (lalong denki). Pada bagian sisi pinggang terpasang sapu tangan warna-warni yang digunakan untuk menari setelah atau sebelum dipukul lawan. Terdapat pula untaian pada pinggang belakang yang akan bergemirincing mengikuti gerak penari sekaligus penambah semarak musik gendang dan gong serta nyanyian (nenggo atau dere) pengiring tarian.

Selesai pertunjukkan, tidak ada dendam di antara para penari karena inilah salah satu seni kebanggaan masyarakat Manggarai di Flores bagian barat. Sebuah pertunjukkan yang unik dimana uji ketangkasan dipadukan dengan seni berupa gerak tari dan lagu daerah khas Manggarai.

Jadi, jika anak muda ingin menyaksikan langsung Tari Caci ini bisa datang ke kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur pada hari hari besar, musim panen (hang woja) antara bulan Juli dan Oktober, ritual tahun baru (penti), upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya dan untuk menyambut tamu penting. (Fariz)

Foto: Holobis

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: