Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Situs Ratu Baka: Istana Tersembunyi dari Yogyakarta

admin Tuesday, 3 May 2016 | 11:37 WIB 0 459 Views
Situs Ratu Baka: Istana Tersembunyi dari Yogyakarta

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Selain candi Borobudur, candi Prambanan dan Malioboro sebagai ikon pariwisata Jogja, masih banyak tempat-tempat wisata di Jogja yang bisa Anak muda kunjungi. Salah satunya adalah Istana Ratu Baka, sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara (berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di istana ini, anda bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi.

Situs Ratu Baka adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.

Nama “Ratu Baka” berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka dalam bahasa Jawa memiliki arti harafiah: “raja bangau” adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang. Di dalam kompleks Istana Ratu Baka terdapat sumur, sumur tersebut bernama Amerta Mantana yang berarti air suci yang diberikan mantra. Kini, airnya pun masih sering dipakai.karena dianggap dapat membawa keberuntungan bagi pemakainya. Sementara orang-orang Hindu menggunakannya untuk Upacara Tawur agung sehari sebelum Nyepi.

Yang menarik lagi, di Istana Ratu Baka inilah, kejayaan Sumatera melalui Kerajaan Sriwijaya bermula. Menurut sejarah, Balaputradewa sempat melarikan diri ke istana ini sebelum ke Sumatera ketika diserang oleh Rakai Pikatan. Di kawasan pun ini terdapat sumur yang penuh misteri. Lokasinya disebelah tenggara Candi Pambakaran. Konon, sumur tersebut bernama Amerta Mantana yang berarti air suci yang diberikan mantra. Kini, airnya pun masih sering dipakai. Masyarakat setempat mengatakan, air sumur itu dapat membawa keberuntungan bagi pemakainya. Sementara orang-orang Hindu menggunakannya untuk Upacara Tawur agung sehari sebelum Nyepi.

Berbeda dengan peninggalan purbakala lain dari zaman Jawa Kuno yang umumnya berbentuk bangunan keagamaan, situs Ratu Boko merupakan kompleks profan, lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung.
Berbeda pula dengan keraton lain di Jawa yang umumnya didirikan di daerah yang relatif landai, situs Ratu Boko terletak di atas bukit yang lumayan tinggi. Ini membuat kompleks bangunan ini relatif lebih sulit dibangun dari sudut pengadaan tenaga kerja dan bahan bangunan. Terkecuali tentu apabila bahan bangunan utamanya, yaitu batu, diambil dari wilayah bukit ini sendiri. Ini tentunya mensyaratkan terlatihnya para pekerja di dalam mengolah bukit batu menjadi bongkahan yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan.

Kedudukan di atas bukit ini juga mensyaratkan adanya mata air dan adanya sistem pengaturan air yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kolam pemandian merupakan peninggalan dari sistem pengaturan ini; sisanya merupakan tantangan bagi para arkeolog untuk merekonstruksinya. Posisi di atas bukit juga memberikan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah bagi para penghuninya, selain tentu saja membuat kompleks ini lebih sulit untuk diserang lawan.

Keistimewaan lain dari situs ini adalah adanya tempat di sebelah kiri gapura yang sekarang biasa disebut “tempat kremasi”. Mengingat ukuran dan posisinya, tidak pelak lagi ini merupakan tempat untuk memperlihatkan sesuatu atau suatu kegiatan. Pemberian nama “tempat kremasi” menyiratkan harus adanya kegiatan kremasi rutin di tempat ini yang perlu diteliti lebih lanjut. Sangat boleh jadi perlu dipertimbangkan untuk menyelidiki tempat ini sebagai semacam altar atau tempat sesajen.
Di sekitar Istana Ratu baka atau tepatnya di bukit Baka sendiri menyajikan pesona lain terutamanya pada saat petang. Anak Muda bisa menikmati super sunset dari puncak bukit, dan selanjutnya menikmati gemerlap Kota Jogja di malam hari.

Bagi kalian yang gemar camping, karena tempat ini juga memiliki areal khusus untuk berkemah beseerta perlengkapannya. Bahkan ditempat ini pun sering menjadi pilihan untuk foto pre wedding. Untuk masuk ke kompleks Ratu Boko seharga Rp 10.000,- per orang. Untuk menikmati suasana senja biayanya Rp 35.000,- dan biaya parkir mobil sebesar Rp 5.000,-. Jika dari Candi Prambanan Anak Muda bisa membeli tiket terusan Rp 25.000,- sedangkan untuk tiket pelajar dan mahasiswa yang datang dengan rombongan minimal 20 orang dikenakan biaya Rp 5.000. (Fariz)

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: