Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Pasca Dilalap Api, Inilah Fakta-Fakta Menarik Museum Bahari Yang Perlu Kalian Ketahui

admin Wednesday, 17 Jan 2018 | 13:44 WIB 0 13 Views
Pasca Dilalap Api, Inilah Fakta-Fakta Menarik Museum Bahari Yang Perlu Kalian Ketahui

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Salah satu jejak sejarah yang ada di Indonesia mengalami nasib yang kurang baik, Museum Bahari yang berletak di Jakarta harus rela menjadi korban kerbakaran (Selasa, 16/01/2018). Seperti diketahui bahwa di museum ini Anak Muda bisa melihat berbagai peninggalan budaya bahari dari masyarakat Indonesia sejak masa lampau dari alat-alat, perahu, hingga cerita-cerita rakyat dan lagu-lagu nelayan nusantara. Selain itu di museum ini mempunya fakta-fakta yang menarik. Berikut ini fakta-fakta menarik di Museum Bahari:

Salah Satu Pusat Perdagangan Internasional Tertua

Daerah pelabuhan Sunda Kelapa sudah menjadi daerah penting untuk perdagangan Indonesia sejak zaman Kerajaan Padjajaran. Daerah yang dimaksud adalah daerah di sekitar museum bahari ini. Wilayah ini masih menjadi pusat perdagangan internasional hingga Belanda datang ke Indonesia.

Pernah Menjadi Gudang Rempah dan Logistik Tentara

Awalnya, gedung museum ini adalah gudang penyimpanan komoditas perdagangan utama VOC. Komoditas tersebut antara lain kopi, rempah-rempah, tekstil dan bahan tambang seperti timah serta tembaga. Dan ketika beralih ke masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini juga beralih fungsi sebagai gudang logistik tentara Jepang.

Koleksi Perahu Nusantara Terlengkap

Sesuai dengan namanya, Museum Bahari menyimpan koleksi dan replika perahi-perahu tradisional hingga perahu modern yang dilengkapi dengan keterangan nama perahu dan kegunaannya. Bahkan, beberapa bagian perahu bersejarah yang sempat karam, juga masih disimpan di museum in.

Kayu dan Lantai Batu Masih Asli Sejak Pertama Dibuat

Gedung yang dibangun pada tahun 1652 ini masih mempertahankan atap kayu yang usianya lebih dari 350 tahun hingga sekarang. Selain kayu-kayunya, lantai batu juga dipertahankan sejak pertama dibuat dan uniknya lantai batu ini dibuat tidak dalam ukuran meter seperti lantai pada umumnya, tetapi sesuai dengan langkah kaki orang Belanda jaman dahulu yaitu sepanjang 65 cm. (Fariz)

Berikan Komentar: