Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Menikmati Pemandangan dan Udara Bersih Bebas Asap Rokok di Desa Bone-Bone

admin Friday, 24 Feb 2017 | 12:11 WIB 0 195 Views


PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Sebuah desa di kaki Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan, terlihat berbeda dengan wilayah lainnya di Indonesia. Dan pastinya Indonesia boleh berbangga, karena ada desa tanpa asap rokok pertama di dunia yaitu Desa Bone-bone yang terletak di Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Desa Bone-Bone merupakan desa pertama di Indonesia yang melarang total peredaran dan konsumsi rokok di wilayahnya yang berlaku bukan hanya itu masyarakat desa saja tetapi juga untuk masyarakat yang datang ke desa ini. Dan jika Anak Muda masuk ke desa ini maka akan menemukan papan bersar yang bertuliskan “Terima kasih untuk tidak merokok” dan “Silakan nikmati pemandangan indah serta udara bersih kami” di gerbang masuk Desa Bone-Bone.

Orang yang pertama kali mencetuskan ide larangan merokok adalah Kepala Desa Bone-bone, Muhammad Idris. Kebiasaannya menghisap 16 batang rokok per hari dirasakan membuat kualitas hidupnya menurun. Idris juga mengaku miris melihat banyaknya anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan para remaja, sudah mulai mencoba rokok. Semua dimulai dari dirinya yang memutuskan meninggalkan rokok selamanya dan dia juga merangkul warganya untuk melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan. Kemudian idris sebagai kepala desa mulai memasang larangan di setiap sudut desa.

Membuat perubahan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, langkah baik yang dilakukan idris pun mendapatkan penolakan dari sejumlah warga, maka idris memberikan kompromi boleh merorok asalkan di dalam rumah saja sampai pada tahun 2003 hingga akhirnya pada tahun yang sama dilakukan pelarangan merokok di tempat umum dan pada tahun 2006 pelarangan merokok berlaku secara menyeluruh termasuk menjual rokok.

Bagi yang melanggar, akan dikenakan sanksi berupa pelayanan masyarakat seperti membersihkan masjid atau meminta maaf ke seluruh desa melalui pengeras suara. Akan tetapi yang menarik dari adanya peraturan ini adalah bukan bertujuan menghindari penyakit tetapi untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan perekonomian masyarakat di desa ini.

Idris sebagai kepala desa sadar bahwa keluarga miskin di daerah ini tidak mampu menyekolahkan anaknya lantaran ayah mereka menghabiskan banyak uang untuk rokok maka dengan dibuatnya peraturan ini uang untuk membeli rokok bisa disisihkan untuk menabung, membeli keperluan keluarga dan yang paling terpenting bisa untuk menyekolahkan anak anak mereka.

Keberhasilan ini menjadi kebanggan sendiri bagi masyarakat Desa Bone-Bone dan bukan hanya ramai dibahas oleh media dalam negeri saja tapi juga oleh salah satu media Eropa yaitu France24. Dan status bebas rokok ini menjadikan desa ini sebagai tempat penelitian beberapa institusi dari luar negeri termasuk dari Australia dan Jepang.

Jadi untuk Anak Muda yang ingin merasakan udara bersih tanpa asap rokok bisa mengunjungi Desa Bone-Bone yang terletak di Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Dan semoga dengan keberhasilan di desa ini bisa dijadikan contoh untuk daerah daerah lainnya karena mengingat ada banyak kebutuhan yang lebih penting dibandingkan rokok. Walaupun pasti membuat perubahan itu susah tapi suatu saat keberhasilan itu akan datang jika kita tidak menyerah. (Fariz)

Foto: Wisatamassenrempulu

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: