Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Mengenal Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Garuda Pancasila

admin Friday, 29 Dec 2017 | 15:54 WIB 0 21 Views
Mengenal Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Garuda Pancasila

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Lambang merupakan hal yang penting sebagai bagian dari identitas, di Indonesia lambang yang menunjukan identitas bangsa adalah lambang Garuda Pancasila. Dalam proses pembuatan lambang Garuda Pancasila ini memerlukan proses yang panjang dari sejarah Indonesia. Tapi apakah anak muda tahu siapa yang menciptakan lambang Garuda Pancasila? Nah, sosok dibalik pencipta lambang Garuda Pancasila adalah Sultan Hamid II.

Sultan Hamid II merupakan pria kelahiran Pontianak 12 Juli 1913. Sultan Hamid II yang mempunyai nama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie ini merupakan putra sulung dari Sultan Pontianak yaitu Sultan Syarif Muhammad Alkadrie.
Sultan Hamid II yang mendapatkan pangkat letnan dari kesatuan Hindia Belanda ini, juga pernah memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, sebuah pangkat tertinggi yang ditugaskan sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan beliau adalah orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran.

Kemudian sewaktu Indonesia terbentuk menjadi negera serikat (RIS), Sultan Hamid II diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio yang kemudian ditugaskan oleh Presiden Soekarno untuk merencanakan, merancang dan merumuskan lambang negara. Pada rancangan awal lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Kemudian singkat cerita Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, kepala burung Rajawali Garuda yang gundul dibentuk menjadi berjambul, kemudian bentuk cakar kaki mencengkram pita yang pada awalnya menghadap ke belakang diubah menjadi menghadap kedepan atas masukan Presiden Soekarno.sehingga tercipta bentuk rajawali yang menjadi Garuda Pancasila. 

Pada tanggal 20 Maret 1940, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki akhirnya mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974.

Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Dan Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II.

Jasa Sultan Hamid II yang sangat besar terhadap bangsa dan negara ini patutnya untuk kita ketahui. Dan dengan melihat perjuangan serta semangat untuk terus menyempurnakan lambang negara tadi, layaknya juga diikuti dengan semangat penyempurnaan atas pemahaman diri terhadap nilai-nilai pancasila, jika hari ini kita masih suka mempertontonkan kebencian terhadap perbedaan apalagi membawa nama keyakinan dan etnis, maka mungkin pemahaman kita atas nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila pancasila agaknya perlu disempurnakan. Semoga nila-nilai yang terkandung dalam Pancasila senantiasa bersemayam dalam diri kita yah anak muda. (Fariz)

Berikan Komentar: