Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Mengenal Sejarah Upacara Bekakak, Jogja

admin Thursday, 1 Mar 2018 | 19:13 WIB 0 42 Views
Mengenal Sejarah Upacara Bekakak, Jogja

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Siapa yang tak kenal kota Joga. Kota yang indah dengar banyaknya tempat wisata yang selalu dicari para wisatawan lokal. Jogja menjadi tempat destinasi bukan hanya sekedar candi prambanan saja yang indah, namun juga ada bakpia nya yang sering diburu. Jogja juga terkenal dengan sebutan kota pelajar. Jogja masih sangat kuat mempertahan adat istiadatnya. Seperti masih meletakan kris didalam rumah, menggunakan baju khas Jogja, dan mengadakan acara adat yang menjadi pemikat para turis mancanegara dan lokal yang sedang berlibur di Jogja.

Kota Jogja menyimpan banyak sekali keunikan. Mulai dari makanan hingga adat yang sering di perdengarkan kepada para wisatawan lokal maupun asing. Jika kamu sering ke kota Jogja, kamu pasti pernah melihat atau mendengar suara alat musik gamelan khas Jogja dan arak-arakan tesebut. Hal ini dinamakan Budaya Bekakak, budaya ini bertujuan untuk memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar masyarakat terhidar dari musibah.Kamu tidak perlu kesulitan melihat dan mendengarnya karena budaya ini sangat di lestarikan oleh masyarakat dan Pemeritah tersebut. Budaya ini dilakukan setiap bulan sapar.

Pada era 1755-an, Budaya Bekakak ini bermula di lakukan setelah Sri Sultan Hamengkubuwono I mengetahui musibah ini terjadi pada masyarakatnya. Musibah yang dialami masyarakatnya adalah runtuhnya Gunung Gampir dan musibah berikutnya runtuhnya Gunung kapur dan memakan korban.

Sri Sultan Hamengkubuwono I memerintah kepadanya untuk melakukan budaya bekak setiap bulan sapar. Bekakak sendiri berupa hewan atau manusia yang dijadikan persembahan. Persembahan hewan atau manusia berupa replika. Persembahan itu dibawa menuju Gunung Gamping dari Lapangan ambarketawang Budaya Bekakak dari Jogja ini harus terus dibudayakan oleh kita anak muda, karena nantinya Budaya Bekakak ini akan diteruskan tiap jaman.

Anak muda harus bisa mempertahankan ke budayaan dari daerahnya masing-masing. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mempertahankan budaya kita. Cintai Budaya Indonesia agar kamu makin Suka Indonesia. (Victor)

Foto: Radarjogja.com

Berikan Komentar: