Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Mengenal Noken, Warisan Budaya Dunia Buatan Mama-Mama di Papua

admin Friday, 17 Feb 2017 | 15:52 WIB 0 234 Views


PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Papua merupakan wilayah di Indonesia yang memiliki banyak potensi adat kebudayaan dan panorama alam di dalamnya. Selain itu, ternyata di Provinsi ini juga terdapat satu kerajinan khas yang sudah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Kerajinan tersebut berbentuk Tas rajutan yang diletakan di kepala. Tas ini lah yang dinamakan tas noken, tas asli Papua yang terbuat dari serat kulit kayu.

Tas Noken ini sendiri asli buatan mama-mama di Papua. Tas tradisional Noken memiliki simbol kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan bagi masyarakat di tanah Papua terutama kebanyakan di daerah Pegunungan Tengah Papua seperti suku Mee/Ekari, Damal, Suku Yali, Dani, Suku Lani dan Bauzi.Yang menarik dari Noken ini adalah hanya orang Papua saja yang boleh membuat Noken. Dahulu, membuat Noken melambangkan kedewasaan perempuan di Papua. Karena jika perempuan papua belum bisa membuat Noken dia tidak bisa dianggap dewasa dan itu merupakan syarat untuk menikah.

Awalnya Noken dibuat karena suku Papua membutuhkan sesuatu yang dapat memindahkan barang ke tempat yang lain. Noken sendiri tergolong tas yang multifungsi sebab noken dapat digunakan berbagai hal dalam menjalankan aktifitas orang papua dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Papua biasanya menggunakan Noken untuk bermacam kegiatan, Noken yang berukuran besar biasa dipakai untuk membawa barang seperti kayu bakar, tanaman hasil panen, barang-barang belanjaan, atau bahkan digunakan untuk menggendong anak. Sedangkan yang berukuran kecil digunakan untuk membawa barang-barang pribadi.

Keunikan Noken juga difungsikan sebagai hadiah kenang-kenangan untuk tamu dan dipakai dalam upacara. dan uniknya lagi dalam menggunakan tas noken ini tidak seperti tas pada biasanya yang dipakang di punggung tetapi dipakai menggunakan jidat atau bagian depan kepala mereka dengan mengalungkannya ke arah belakang punggung mereka.

Ada yang lebih unik dari penggunaan Noken, yaitu sebagai kotak suara dalam pemilu dan pilkada. Teknisnya pun cukup unik, bahkan Mahkamah Konstitusi mengakui dan mengesahkan sistem Noken dalam pemilu atau pilkada. Caranya, tiap bilik pasangan calon diberi Noken yang digantungkan. Setelah itu, para calon pemilih untuk kandidat satu dan seterusnya berbaris di depan bilik calon yang dipilih. Barulah pencoblosan dimulai.

Dalam membuat Noken terbilang cukup rumit karena tidak menggunakan mesin. Kayu tersebut diolah, dikeringkan dan kemudian dipintal menjadi benang. Variasi warna pada Noken dibuat dari pewarna alami. Proses pembuatannya bisa mencapai 1-2 minggu, untuk Noken dengan ukuran besar, bisa mencapai 3 minggu. Mungkin karena kerumitan dalam proses pembuatan tas noken para wanita di Papua sudah jarang yang bisa membuat Noken padahal itu adalah warisan budaya yang menarik dan menjadi ciri khas di Papua. (Fariz)

Foto: Gudpost

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: