Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Makna Pawai Ogoh-ogoh dalam Menyabut Hari Raya Nyepi

admin Saturday, 17 Mar 2018 | 20:30 WIB 0 1 Views
Makna Pawai Ogoh-ogoh dalam Menyabut Hari Raya Nyepi

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Pada hari raya Nyepi di kawasan Bali sangat sepi, hampir tidak ada aktivitas masyarakat seperti hari biasanya. Tapi ada yang tahu bahwa masyarakat bali selalu melakukan tradisi sebelum hari raya nyepi. Salah satu tradisinya yang perlu anak muda ketahui adalah Budaya Pawai ogoh-ogoh.

Pulau Bali menyimpan banyak sekali keunikan. Mulai dari makanan dan minuman hingga adat yang sering di perdengarkan kepada para wisatawan lokal maupun asing. Bagi kamu yang pernah ke Pulau Bali, kamu pasti pernah melihat atau mendengar suara alat musik Tambur khas Bali dan arak-arakan tesebut. Hal ini dinamakan Budaya Pawai Ogoh-ogoh, budaya ini bertujuan untuk menyambut hari raya Nyepi. Kamu tidak perlu kesulitan melihat dan mendengarnya karena budaya ini sangat dilestarikan oleh masyarakat dan Pemerintah tersebut. Budaya ini dilakukan setiap menjelang hari raya Nyepi.

Ogoh-ogoh merupakan boneka atau patung beraneka rupa yang menjadi simbolisasi unsur negatif, sifat buruk, dan kejahatan yang ada di sekeliling kehidupan manusia. Ogoh-ogoh dahulu terbuat dari kerangka bambu yang dilapisi kertas. Pada jaman sekarang ogoh-ogoh dibuat dengan bahan dasar styrofoam karena dianggap lebih bagus.

Dalam fungsi utamanya, Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi. Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.

Pemerintah daerah memberikan ijin dan mendukung kepadanya untuk melakukan budaya pawai ogoh-ogoh setiap menjelang hari raya nyepi. Pawai ogoh-ogoh padah acara akhirnya akan membakar ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh itu dibawa menuju desa-desa di bali dari Tanah Totabuana. Budaya Pawai Ogoh-ogoh dari masyarakat Bali ini harus terus dibudayakan oleh kita anak muda, karena budaya ini memiliki banyak nilai kehidupan yang dapat kita ambil.

Anak muda pasti bisa mempertahankan ke budayaan dari daerahnya masing-masing. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mempertahankan budaya kita. Selamat Hari Raya Nyepi untuk anak muda yang merayakan dan jangan lupa terus Sayangi Budaya Indonesia agar kamu makin Suka Indonesia. (Victor)

Foto: kintamani.id

Berikan Komentar: