Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Lembah Bada: Lembah Misterius Peninggalan Megalitikum di Sulawesi Tengah

admin Jumat, 9 Sep 2016 | 14:24 WIB 0 275 Views
Lembah Bada: Lembah Misterius Peninggalan Megalitikum di Sulawesi Tengah

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Lembah Bada atau dikenal dengan Lembah Napu, merupakan situs megalitik yang terletak di Taman Nasional Lore Lindu, Poso, Sulawesi Tengah. lembah Bada jadi rumah bagi sederet peninggalan megalitikum berupa batu-batu besar yang memuat misteri kejayaan suku Napu, Besoa, dan Bada. Terkungkung padang rumput, Lembah Bada jadi destinasi tebaik untuk menikmati misteri kejayaan masa lalu berbalut panorama alam memesona.

Bertempat di Lembah Bada, Lembah Napu, Lembah Besoa dan Lembah Baso. Batuan-batuan megalithic dengan bentuk cantik ini terhampar diseluruh daerah lembah. Dari yang berbentuk ukiran manusia, hewan , Kalamba dan masih banyak lagi. Menurut sumber yang ada, jumlah bebatuan megalithic ini ada 1.451 buah. Batuan ini merupakan peninggalan pra sejarah yang disinyalir lebih tua dari Candi Borobudur, tetapi belum ada yang mengetahui tujuan dan kegunaan batuan – batuan tersebut pada jaman dahulu.

Kawasan Taman Naional Lore Lindu merupakan pegunungan yang didominasi oleh batuan granit. Batuan megaliyhic ini mempunyai ukuran yang besar, bahkan yang paling besar mencapai ukuran berdiameter 4 meter. Batuan megalitihc yang paling terkenal adalah Watu Palindo dengan posisi miring, batuan berada di Lembah Bada.

Dinamakan Palindo yang berarti sang penghibur ini betul adanya, Watu Palindo ini nampak berwajah ceria dan ramah. Palindo ini seakan menyirakatkan kesan keramahan khas anak-anak. Tinggi batu ini mencapai sekitar 4 meter dengan ukiran berbentuk tubuh oval memiliki mata yang bulat dan hidung besar yang memanjang kebawah. Pahatan mulut yang dalam berbentuk sebuah senyuman melengkapi indahnya batuan megalithic ini.

Selain Watu Palindo, Batu yang terkenal lainnya adalah Langka Bulawa. Ukiran batu ini berukiran sosok wanita dan mempunyai arti nama Ratu bergelang kaki emas. Mempunyai ukiran yang hampir sama dengan Watu Palindo tetapi mempunyai kesan raut muka sebagai sosok wanita. Kedua patung ini berjarak sekitar 5 kilometer jauhnya. Namun diantara kedua bebatuan ini juga terdapat bebatuan lain. Decak kagum kepada pemahat batuan ini, karena batuan granit ini terkenal dengan batuan yang sangat keras. Belum diketahui bagaimana mereka memahat dan menghasilkan karya yang begitu cantiknya.

Selain dikenal akan patung-patungnya, Lembah Bada juga dikenal akan Kalambanya, yakni tangki melingkar yang dipahat dari sebuah batu besar. Kalamba dapat ditemukan di beberapa tempat di Lembah Bada dan memiliki bentuk serta ukuran bervariasi. Beberapa memiliki satu lubang di tengahnya, sementara lainnya memiliki dua lubang.

Menurut kepercayaan lokal, Kalamba digunakan sebagai bak berendam untuk para petinggi atau raja. Sementara yang lainnya menduga bahwa benda tersebut dulunya digunakan sebagai peti mati atau tangki air. Tutup terbuat dari batu sering ditemukan di dekat Kalamba, dan muncul dugaan bahwa benda tersebut digunakan untuk menutupi Kalamba sehingga tak mungkin digunakan sebagai bak berendam.

Banyak cerita cerita dari tujuan dibuatnya megalit tersebut juga belum diketahui pasti. Masyarakat lokal percaya bahwa batu itu dulunya digunakan untuk melakukan pemujaan terhadap leluhur. Tak hanya itu, para penduduk juga mempunyai kisah tentang asal-usul terbentuknya megalit tersebut. Sebuah cerita mengatakan bahwa terdapat megalit bernama Tokala’ea yang dulunya merupakan pemerkosa, akhirnya dikutuk menjadi batu.

Sementara itu, terdapat cerita tentang megalit lain bernama Tadulako. Masyarakat mengatakan bahwa dulunya Tadulako dikenal sebagai penjaga desa, namun setelah mencuri beras ia dikutuk menjadi batu.

Cerita lain mengaitkan megalitik dengan pengorbanan manusia. Beberapa orang juga percaya bahwa batu tersebut dimaksudkan untuk menangkal roh jahat, sementara yang lain mengklaim bahwa benda tersebut memiliki kekuatan supranatural dan mempu menghilang atau berpindah tempat.

Dibalik berbagai macam spekulasi, hingga kini belum diketahui secara pasti detail tentang siapa, kapan, dan tujuan dibuatnya megalit tersebut. (Fariz)

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: