Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Jew: Rumahnya Para Bujang Suku Asmat

admin Thursday, 26 Oct 2017 | 11:15 WIB 0 66 Views
Jew: Rumahnya Para Bujang Suku Asmat

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Setiap suku di Indonesia mempunyai ciri khasnya tersendiri untuk masalah kerajinan tradisional dan Rumah Adat, contohnya seperti Suku Asmat di Papua, yang dikenal dengan hasil ukirannya. Suku Asmat juga memiliki sebuah bangunan rumah yang unik, rumah yang cukup besar ini berdiri kokoh diantara pepohonan di pinggir sungai dengan bentuk yang memanjang dan memiliki pintu masuk lebih dari satu. Tangga sederhana pun berjajar rapi sebagai jalur masuk di depan pintu rumah. Serta pondasi kayu-kayu besi tertancap kuat membuat rumah itu terlehat megah.

Rumah tersebut diberi nama Jew atau biasanya dikenal sebagai rumah bujang suku Asmat. Dikatakan sebagai rumah bujang karena yang tinggal di rumah itu adalah kaum laki-laki yang belum menikah. Jew juga dijadikaan sebagai tempat berkumpul bagi para pemuka adat dan pimpinan desa suku Asmat. Mereka mengadakan rapat desa, penentuan strategi perang, pesta adat, penyambutan tamu, dan segala kegiatan yang sifatnya tradisi di dalam rumah adat khas Asmat ini.

Setiap desa di suku Asmat umumnya mempunyai satu Jew di desanya. Fungsi Jew yang kurang lebih mirip balai desa membuat Jew benar-benar dibutuhkan masyarakat Asmat. Jew dibangun dengan bahan-bahan alami yang didapat dari alam. Suku Asmat percaya, bahwa leluhur mereka dan alam telah bersinergi dan menyediakan kebutuhan mereka dalam membangun Jew. Atap rumah dibuat dari daun nipah dan daun sagu, begitu juga dengan dinding yang terbuat dari anyaman daun sagu.

Pondasi Jew menggunakan kayu besi yang kuat dan tahan air, mengingat suku Asmat hidup di daerah rawa dan pesisir laut. Hal lain yang unik adalah struktur dan rangka Jew yang sama sekali tidak menggunakan paku besi dalam proses pembangunannya. Suku Asmat mengandalkan tali rotan sebagai pengikat sambungan antar kayu dari struktur rangka Jew. Walau demikian, kekuatan bangunan Jew tidak perlu diragukan lagi, Jew buatan suku Asmat tetap mampu berdiri tegak sekalipun badai menerjang.

Bangunan Jew yang begitu kokoh menggambarkan persatuan, dan nilai kegotong-royongan masyarakat Asmat. Hampir semua aspek kehidupan suku Asmat terkait dengan keberadaan Jew di setiap desa. Segala aturan dan sistem kehidupan setiap desa dalam suku Asmat dimulai dari dalam Jew. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya Jew bagi suku Asmat. Oleh karena itu, Suku Asmat sangat percaya, apapun yang akan dikerjakan, entah berperang ataupun lainnya, jika telah melalui ritual di dalam Jew, pasti berhasil.

Rumah adat Jew ini merupakan satu dari banyaknya rumah adat yang berada di Indonesia, menjaga rumah-rumah adat untuk tetap berdiri merupakan bagian dalam melestarikan Budaya Indonesia. Jangan samapi rumah Adat di Indonesia hilang tenggelam akibat proses pembangunan dan kemajuan zaman. (Fariz)

Berikan Komentar: