Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Bukan Hanya Pandai Berdiplomasi, Bung Hatta dan Syahrir Juga Hebat Bermain Bola

admin Wednesday, 29 Nov 2017 | 11:28 WIB 0 8 Views
Bukan Hanya Pandai Berdiplomasi, Bung Hatta dan Syahrir Juga Hebat Bermain Bola

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Semua orang sepertinya setuju jika sepak bola adalah olahraga yang paling digemari di muka bumi. Bahkan tak sedikit para tokoh pergerakan nasional yang kemudian menjadi Bapak Pendiri Bangsa, pada masa mudanya, ternyata suka bermain sepakbola.

1. Sutan Syahrir

Sumber Foto: Anandabintang.blogspot.co.id

Di antara bapak pendiri bangsa yang di masa belianya hobi bermain sepakbola, salah satunya adalah Sutan Sjahrir yang pernah terlibat memperkuat kesebelasan yang dibelanya di berbagai pertandingan klub antarkampung. Sewaktu tinggal di Medan, Sjahrir kecil sudah menggilai olahraga dari negeri Eropa itu. Saat bersekolah di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau sekolah dasar lanjutan, dia tercatat sebagai pemain sepakbola dengan posisi penyerang tengah.

Meski perawakan Sjahrir tergolong kecil, namun seorang teman Sjahrir saat muda, Burhannudin, memberi kesaksian. Bahwa Sjahrir merupakan tipe penyerang tengah yang tangkas dan mampu bergerak cepat di lapangan. Ketika Sjahrir remaja, pada tahun 1926, dia melanjutkan studi ke Algemene Middelbare School (AMS) di Bandung. Selain aktif dalam kelompok debat, Sjahrir pun tak meninggalkan hobinya bermain sepakbola.

Di wilayah tempat tinggalnya, di daerah Pungkur Bandung, Sjahrir tercatat sebagai pemain dari klub “Voetballvereniging Poengkoer“. Selain itu, dirinya pun kerap memperkuat tim sepakbola bernama Luno (Laat U niet overwonnen) yang artinya “Jangan Biarkan Dirimu Kalah”. Tim Luno ini, umumnya terdiri dari para murid AMS. Dan di tim sepakbola yang diikutinya itu, Sjahrir muda kabarnya tetap seperti sebelumnya yaitu penyerang tengah berbahaya dan tangkas.

2. Mohammad Hatta

Sumber Foto: berdikarionline.com

Seperti halnya Sjahrir, Hatta pun sejak kecil gemar bermain sepakbola. Setiap sore, Hatta sudah terlihat bermain sepakbola di Lapangan Plein van Rome, yang kini telah menjadi Lapangan Imam Bonjol di alun-alun Kota Padang. Klub sepakbola yang diperkuat Hatta saat remaja adalah Young Fellow yang banyak diisi sinyo-sinyo Belanda. Namun begitu, Hatta menjadi andalan di klub itu. Bahkan, sebuah julukan kabarnya disematkan pada Hatta, yakni “Si Susah Diterobos” (onpas seerbar).

Ketika Sjahrir dan Hatta diasingkan pemerintah Hindia Belanda ke Banda Neira karena aktivitas politik keduanya dianggap merongrong pemerintahan kolonial. Sjahrir aktif mengorganisir organisasi sosial lokal bernama Perbamoe (Persatuan Banda Moeda). Organisasi itu bergerak di bidang olahraga, peminjaman buku, koperasi, dan bantuan pemakaman bila ada yang meninggal.

Tak hanya itu, Sjahrir dan Hatta pun tercatat ikut terlibat mempersatukan beberapa klub sepakbola setempat yang terpisah-pisah sehingga menjadi satu. Klub-klub sepakbola lokal yang eksis di Banda Neira, seperti Club Prins Hendrik, Club Koningin Wilhemmina dan Club Belgica (Belgica adalah nama benteng tua yang terletak di atas teluk) disatukan oleh Sjahrir dan Hatta dengan nama “Club Neira”. (Fariz)

Berikan Komentar: