Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Benteng Otanaha, Saksi Perjuangan Masyarakat Gorontalo Melawan Portugis

admin Tuesday, 2 Jan 2018 | 13:14 WIB 0 47 Views
Benteng Otanaha, Saksi Perjuangan Masyarakat Gorontalo Melawan Portugis

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Selain Belanda, Spanyol, Inggris, dan Jepang, Portugis juga pernah menjajah Indonesia. negara ini pernah menjadi bagian sejarah dari Indonesia. Salah satu bukti dari kedatangan Portugis di Indonesia dapat ditemukan di Gorontalo. Salah satu buktinya dengan adanya Benteng Otanaha di Gorontalo.

Benteng Otanaha merupakan saksi sejarah dari perjuangan masyarakat Gorontalo pada saat itu ketika berperang melawan Portugis, Benteng yang terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat. Saat ini menjadi objek pariwisata itu ternyaanya menyimpan kisah sejarah perjuangan masyarakat Gorontalo. Benteng ini dahulu dibuat atas kesepakatan antara Raja Ilato dan Bangsa Portugis yang saat itu tiba di Gorontalo. Perwakilan bangsa Portugis itu kemudian menemui Raja Ilato dan mewarkan kerjasama untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamamanan kerajaan. Sebagai tanda kesepakan, Portugis bersedia membangun tiga benteng yang terletak di atas bukit.

Pada tahun 1525, saat Gorontalo diserang musuh, terkuaklah akal licik Portugis. Ternyata upaya pendekatan Portugis dengan Raja Ilato hanyalah strategi belaka untuk menyerang Gorontalo. Bahkan pada saat terjadi serangan dari musuh itu, Portugis sama sekali tidak membantu Gorontalo, namun justru memihak musuh untuk menyerang Gorontalo.

Hingga tahun 1585, Gorontalo masih dalam kemelut peperangan. Salah seorang putra Raja Ilato, yang bernama Naha dan istrinya bernama Ohihiya memimpin pertempuran dan menjadikan ketiga benteng Portugis itu sebagai benteng pertahanan. Dalam pertempuran ini Naha dan seorang putranya yang bernama Pahu, gugur dalam pertempuran itu. Dan untuk mengenang perjuangan mereka, ketiga benteng ini kemudian dinamai Otanaha, Ulupahu, dan Otahiya. penambahan kata Ota didepan nama Raja, isti dan anaknya merupakan bahasa daerah setempat yang berarti Benteng.

Selain sejarahnya ternyata terdapat hal unik pada benteng ini, yaitu pada proses pembuatannya, batu-batu yang menjadi material utama untuk membangun benteng ini direkatkan dengan putih telur burung Maleo yang merupakan burung endemic Sulawesi. Dan karena letaknya yang berada dipuncak bukit maka dari benteng ini dapat dilihat pemandangan danau limboto hingga panorama Kota Gorontalo. (Fariz)

Berikan Komentar: