Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Beginilah Sejarah Kesenian Bela Diri Debus Dari Tanah Banten

admin Wednesday, 8 Nov 2017 | 12:25 WIB 0 9 Views
Beginilah Sejarah Kesenian Bela Diri Debus Dari Tanah Banten

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki kesenian bela diri nya masing masing. Misalnya seperti di Banten ada sebuah kesenian bela diri yang bernama Debus. Dikutip dari berbagai sumber, Debus terdiri dari beberapa versi dalam kemunculannya.

Versi pertama, menurut sebagian banyak sumber sejarah, kesenian Debus Banten bermula pada abad 16 masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570). Debus mulai dikenal pada masyarakat Banten sebagai salah satu cara penyebaran agama Islam. Versi kedua Debus berasal dari daerah Timur Tengah bernama Al-Madad pada abad 13 M dan diperkenalkan ke daerah Banten ini sebagai salah satu cara penyebaran Islam pada waktu itu.

Versi ketiga Debus berasal dari ajaran tarekat Rifa’iyah Nuruddin Ar-Raniry ke Aceh dan masuk ke Banten pada Abad 16 M oleh para pengawal Cut Nyak Dien (1848—1908 M) yang diasingkan pemerintah Belanda ke Sumedang. Terlepas sejak kapan kemunculannya, Debus telah menjadi kesenian bela diri asli Banten yang biasanya mempertunjukkan kekuatan atau kemampuan manusia yang luar biasa, diantaranya ilmu kekebalan yang tahan dari hantaman senjata tajam, hempasan api, minum air keras, memasukan benda kedalam kelapa utuh, menggoreng telur di kepala, berjalan diatas beling, menaiki tangga golok dan lain sebagainya.

Debus dalam Bahasa arab berarti senjata tajam yang terbuat dari besi yang mempunyai ujung yang runcing dan bentuknya yang sedikit bundar, oleh karena itu kesenian ini ditandai oleh keberadaan alat tajam baik yang ditusukkan ke pipi, leher, dada, tangan ataupun yang ditikamkan ke tubuh tapi tidak tembus.

Dalam sejarahnya, Debus juga pernah dijadikan sebagai media pembangkit semangat para pejuang untuk melawan penjajahan pedagang belanda yang waktu itu tergabung dalam VOC. Namun sekarang ini biasanya kesenian debus di pentaskan dalam acara-acara seperti pesta pernikahan, sunatan, acara 17 agustusan, dan banyak lagi acara yang biasanya mempertunjukan kesenian ini. Jadi apapun keseniannya kita sebagai anak muda Indonesia harus bisa menjaganya karena itu adalah identitas bangsa. (Fariz)

Berikan Komentar: