Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Cerita Panjang Kisruh PSSI dan Menpora

admin Selasa, 26 Mei 2015 | 15:11 WIB 0 582 Views
Cerita Panjang Kisruh PSSI dan Menpora

PEMUDAFM.COM – Kisruh antara Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah menjadi cerita panjang. Sejak Menpora menerbitkan Surat Keputusan berisi pembekuan PSSI dan dilanjutkan kengototan kepengurusan La Nyalla Mattalitti mempertahankan legalitasnya, sepak bola Indonesia “mati suri”.

Korban berjatuhan mulai dari klub bubar, gaji pemain terbengkalai, dan termutakhir citra Indonesia di level internasional tercoreng lantaran Persipura gagal menggelar laga 16 besar Piala AFC.

Wakil Presiden Jusuf Kalla telah coba memediasi kedua belah pihak. Sedangkan Pengadilan Tinggi Usaha Negara (PTUN) mengabulkan tuntutan PSSI. Tetapi, belum ada solusi final untuk menghindarkan Indonesia dari sanksi FIFA pada 29 Mei mendatang.

Kronologi kisruh PSSI dan Menpora
17 April: Menpora menerbitkan Surat Keputusan yang menyatakan tak mengakui seluruh kegiatan keolahragaan PSSI.

18 April: Kongres Luar Biasa PSSI di Surabaya menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua Umum Periode 2015-2019. Namun, keabsahan La Nyalla diragukan karena Menpora juga menyatakan tak mengakui KLB PSSI.

19 April: Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, mengatakan Kompetisi Indonesia Super League (ISL) dilanjutkan pada 25 April 2015.

20 April: Kemenpora mengirimkan surat ke FIFA untuk menjelaskan alasan di balik pembekuan PSSI.

22 April: PSSI membentuk Tim Pembela guna menggugat SK Menpora ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

23 April: Menpora menginstruksikan Kepolisian untuk tak menerbitkan izin penyelenggaraan pertandingan ISL.

27 April: PSSI menjalani pertemuan dengan PT Liga Indonesia dan klub-klub ISL untuk membahas kelanjutan kompetisi, tapi tak ada titik temu.

2 Mei: PSSI memutuskan, seluruh kompetisi sepak bola nasional dihentikan dengan alasan force majeure.

4 Mei: Wapres Jusuf Kalla tampak geram menanggapi konflik antara PSSI dan Menpora.

5 Mei: Ratusan Jakmania melakukan demonstrasi untuk meminta Presiden Joko Widodo turun tangan membenahi kisruh sepak bola nasional.

6 Mei: Presiden Joko Widodo meminta penjelasan Menpora terkait kisruh sepak bola nasional.

8 Mei: Menpora mengumumkan susunan Tim Transisi yang diproyeksikan mengambil alih fungsi PSSI. Ia menyematkan tagline “Indonesia Memanggil”.

18 Mei: Meski statusnya dibekukan, PSSI tetap mengumumkan susunan pengurus periode 2015-2019. Turut serta nama Velix Wanggai yang sebelumnya mengundurkan diri dari Tim Transisi.

20 Mei: PT Liga Indonesia membatakan turnamen pramusim karena tak dapat izin dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

23 Mei: Tim Transisi telah mengirimkan perwakilan untuk menemui FIFA, tapi ditolak. FIFA justru meminta Pemerintah mencabut sanksi pembekuan PSSI paling lambat 29 Mei.

25 Mei: Wapres meminta Menpora merevisi SK pembekuan PSSI. Sedangkan PTUN memberikan putusan sela untuk menunda keberlakuan SK tersebut.

Sumber: Kompas.com

Berikan Komentar: