Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

O Balihara: Memelihara Harapan Bagi Nusantara

admin Friday, 14 Mar 2014 | 11:52 WIB 0 671 Views
O Balihara: Memelihara Harapan Bagi Nusantara

PEMUDAFM.COM – Sebagai ekspresi keprihatinan terhadap degradasi ekologis yang semakin menurun, South to South Film festival kembali menghadirkan festival film kelima yang mengusung tema “O Balihara: Memelihara Harapan Bagi Nusantara”. O Balihara, adalah sebuah kata dari bahasa suku Kei di Maluku Tenggara yang bermakna “Pelihara”. Dipilih sebagai tema StoS 2014, O Balihara diharapkan menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk memelihara dan menyelamatkan alam Indonesia yang semakin kritis.

South to South (StoS) Film Festival merupakan festival film lingkungan dua tahunan yang digagas oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil sebagai media menggugah kesadaran, daya kritis serta solidaritas publik atas isu atau kasus lingkungan, serta relasinya dengan sosial dan politik.
Voni Novita, Direktur StoS 2014, mengharapkan hadirnya StoS menjelang pemilu 2014 ini diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi publik untuk menentukan pilihannya. Pilihan yang akan menentukan nasib bangsa dan lingkungan Indonesia 5 tahun ke depan.

WALHI, sebagai bagian dari Penyelenggara StoS Film Festival menyatakan sudah saatnya perlindungan lingkungan hidup dan sumber-sumber penghidupan rakyat menjadi isu yang meluas dan inklusif. StoS Film Festival adalah salah satu media yang efektif menjangkau kelompok-kelompok masyarakat, khususnya yang berdiam di perkotaan, untuk membangun solidaritas antar warga dan membangun gerakan sosial-lingkungan hidup yang lebih kuat dan masif.

Sebagaimana diungkapkan JATAM, StoS Film festival membuka ruang lebih luas kepada publik terhadap banyak hal. Termasuk cerita dampak eksploitasi sumber daya alam yang mungkin sebelumnya tidak sampai ke masyarakat di kota. Dan terbukti mampu membangun satu gerakan yang menghubungkan cerita krisis di wilayah hulu dan hilir dari satu alur ekstraksi sumber tambang sehingga dipahami oleh publik dengan gaya yang popular.

Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim (CSF-CJI) menyatakan, Festival Film StoS merupakanupaya berbagi pengetahuan, melalui sejumlah film – film terpilih. Berbagai film ini diharapkan bisa menginspirasi masyarakat dari berbagai lapisan. Tujuannya untuk memperkaya pemahaman masyarakat terhadap sejumlah persoalan lingkungan dan panduan praktis yang tentunya diperkaya dengan perspektif budaya, sosial politik, maupun ekonomi. Harapannya tak lain agar inisiasi masyarakat terbangun, sehingga tak hanya memahami persoalan lingkungan, tapi juga bisa menularkan inspirasi sebagai penyelamat dan konsumen yang cerdas.

KIARA melihat Festival Film ini membantu khalayak luas untuk: pertama, mengetahui dinamika isu pengelolaan lingkungan hidup dan kaitannya dengan pola hidup; kedua, mereka dapat melakukan upaya penyelamatan lingkungan hidup secara individu atau komunitas; dan ketiga, mereka dapat memberitahukan kepada sebanyak mungkin anggota masyarakat lainnya untuk berbuat hal-hal positif dalam rangka penyelamatan lingkungan hidup. Kepedulian masyarakat khususnya kaum perempuan terhadap permasalahan lingkungan hidup serta isu sosial lainya merupakan hal penting untuk mendorong proses produksi dan konsumsi yang lebih ramah lingkungan dan lebih adil.

Ecosister, menyakini peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan menjaga sumber kehidupan bisa lebih diangkat dan bisa menjadi pengetahuan publik yang lebih luas.

Demikian juga harapan yang disampaikan Bingkai Indonesia, sebuah perkumpulan masyarakat di Jogjakarta, StoS diharapkan dapat terselenggara dengan sukses dan menginspirasi banyak pihak. Tidak hanya kesadaran atas perlindungan lingkungan. Tapi juga solidaritas terhadap masyarakat di wilayah lain, seperti di pulau kecil, yang setiap saat berhadapan dengan berbagai ancaman bencana dan dampak perubahan iklim. Selain ketimpangan pembangunan yang bias daratan.

Hal yang sama di sampikan Yudi direktur Gekko studio, sebuah unit multimedia perkumpulan Telapak. StoS Film Festival merupakan ajang para pembuat film yang dikategorikan khusus ini untuk tetap bisa berkarya menyuarakan yang tidak tersuarakan, dan StoS film festival menjawab itu semua.

StoS Film Festival kali ini akan menayangkan 47 film dokumenter dan fiksi . Selain pemutaran film kompetisi dan Non kpmpetisi, program film anak, Stand up Comedy, PMTOH dan Jazz Hijau.

Selain film, StoS 2014 juga dikemas melalui kegiatan lain seperti roadshow, talkshow dan pameran “O’ Balihara” yang menampilkan produk lokal untuk menyampaikan pesan kepada publik.

StoS Film Festival kali ini digelar mulai hari ini tanggal 14-18 maret 2014 dan bertempat di Goethe Institut dan Kineforum.

Berikan Komentar: