Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Rima Keresahan, Eksistensi & Keadilan | Album Review: The Stocker – DansApokalips

admin Sunday, 28 Aug 2016 | 11:08 WIB 0 468 Views
Rima Keresahan, Eksistensi & Keadilan | Album Review: The Stocker – DansApokalips

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Penggambaran kekesalan dan kritik atas kenyataan hidup, kondisi sosial, hingga kesemarutan politik, sukses diadopsi menjadi sebuah mini album DansApokalips oleh The Stockers. Melalui lirik-lirik yang lugas, The Stocker berhasil memadukan musik rock, garage dan punk dalam sebuah komposisi mars yang resah dan sarat amarah.

Di awal track pertama, “Kenyataan Bagai Belati” dimainkan. Kita sudah menemukan gairah punk rock ala Ramones, yang sinergi dengan lirik mengenai situasi sulit penuh amarah:. “Harapan semakin habis dengan begitu saja terkikis, sedikitpun tak tersisa itupun hanya mimpi belaka”. Begitupun ditrack selanjutnya, The Stockers masih mengangkat mengenai keadaan rumit dalam menjalani kehidupan, dalam lagu “Dilema Simalakama” ini tabuhan dominan drum sangat sukses mengawal lagu hingga akhir.

“I am afraid, I am afraid, I am so afraid” terus didengungkan dilagu “Afraid”, satu-satunya lagu yang berlirik Inggris dengan irama ketukan demi ketukannya dengan Komposisi Eksperimental yang terdengar lebih Relax dari sebelumnya. Giliran “Hidup Dalam Terror Waktu” membawa kita merefleksikan sejumlah permasalahan eksistensi diri dan seakan menganalogikan kita sebagai seorang petualang yang terus berjalan seakan tanpa arah dengan kondisi keinginan yang tidak sesuai harapan.

Pada dua lagu terakhir ‘DansApokalips’, Jaws Reaksi (Voc&Gitar), Ewin (Bass), dan Skiw (Drum) lebih politis dengan memacu protes lewat “Menunggu Mati” Potret persengkokolan korporasi dengan aparat dan birokrat dalam merampas hak-hak dalam masyarakat digaungkan secara lantang di lagu tersebut. Teriakan penuh kekesalan “ Mesin Pembunuh!!! Mesin Pembunuh!!!” diakhir lagu, sukses mempropaganda untuk mengutuk kerakusan korporasi.

Dan hasrat penuh kekesalan atas dinamika politik diselesaikan secara tuntas dalam lagu “Bangsat Permanen”, kritikan tajam untuk para partai politik atau kelompok golongan yang berebut eksistensi dalam masyarakat, sekaligus persembahan terakhir dalam album “DansApokalips”.

Secara keseluruhan suasana Brit Punk ’70-an seperti The Clash, The Boys yang dicampur dengan hard rock dari Led Zeppelin dan Deep Purple dalam Album “DansApokalips” berhasil berselubung dengan bait-bait lirik protes keresahan atas situasi sosial secara eksplisit .

Lewat album ini pun The Stocker seakan menstimulusi kembali para musisi untuk melantangkan sejumlah permasalahan dalam masyarakat melalui sebuah karya. Karena esensi musik yang merupakan bagian dari seni haruslah mencerminkan realitas dan memperlihatkannya kepada manusia.

Sebagaimana Imam Khomaeni, pemimpin besar revolusi Islam di Iran mengingatkan, “Seni adalah gambaran yang jelas tentang keadilan dan kemuliaan serta pengejawantahan nestapa orang-orang yang lapar dan tertindas”. (Sadam)

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: