Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Memanfaatkan Instrumen Musik, Musisi dan Grup Band Ini Gemar Memberikan Kritik Sosial Politik

admin Friday, 16 Mar 2018 | 10:33 WIB 0 42 Views
Memanfaatkan Instrumen Musik, Musisi dan Grup Band Ini Gemar Memberikan Kritik Sosial Politik

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Musik yang dibalut dengan nada-nada cinta memang sangat menjual bagi musisi untuk pasar pendengarnya. Cinta melulu salah satu tembang milik band indie kenamaan Indonesia Efek Rumah Kaca memberi sentilan keras kepada fenomena tersebut. Selain mengangkat tema pecintaan, terdapat juga musisi-musisi Indonesia yang setiap karyanya kerap kali berlatar belakang atas dinamika kondisi sosial politik yang terjadi. Berkaitan dengan hal ini berikut adalah musisi Indonesia yang gemar memberikan kritik sosial lewat karya mereka:

1. Efek Rumah Kaca

Foto: Metrotvnews.com

Anak muda pasti tau dengan kasus penyerangan dengan air keras yang dilakukan orang tidak dikenal terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan beberapa waktu lalu. Kejadian tersebut menyebabkan luka yang cukup serius pada mata Novel Baswedan sehingga harus dirujuk ke Singapura untuk mendapat perawatan. Baru-baru ini Efek Rumah Kaca kembali menyuarakan kritik sosialnya lewat berkarya, kali ini mereka memberi tantangan pada masyarakat untuk meng-cover lagu mereka yang berjudul “Sebelah Mata” serta menandatangani petisi di change.org/novelkembali.

Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada Novel Baswedan sekaligus simbol yang menyatakan bahwa kasus Novel ini tidak dipandang sebelah mata, karena sampai saat ini kasus tersebut belum mendapatkan titik terang. Lagu-lagu ERK lainnya yang kental dengan kritik sosial bisa anak muda dengarkan seperti lagu Jalang, Debu-Debu Berterbangan dan Di Udara pada album Efek Rumah Kaca (2007). Mosi Tidak Percaya, Kenakalan Remaja di Era Informatika, Menjadi Indonesia, Jangan Bakar Buku, dan Banyak Asap di Sana pada album Kamar Gelap (2008).

2.Slank

Foto: Gemusik.com

Jawara potlot serta salah satu band pemilik fans paling militan yang biasa disebut slankers juga kerap melemparkan kritik sosial lewat sebuah karya. Pada tahun 1998 Album yang dinamakan Mata Hati Reformasi, album yang bercerita tentang masalah sosial dan pemerintahan pada era reformasi terdapat salah satu berjudul”Siapa Yang Salah” kabarnya lagu itu sempat mendapat sensor pada rezim presiden dengan masa jabatan terlama Indonesia.

Lalu pada 2008 Slank membuat wakil rakyat kita (DPR) tersinggung karena lagu “Gosip Jalanan” yang dinilai mendiskreditkan lembaga perwakilan rakyat yang berkantor di Senayan tersebut. Hingga saat ini mereka masih sering terlibat dalam aksi yang berkaitan dengan Korupsi dan Kemanusiaan.

3.Navicula

Foto: Javarockingland.com

Band grunge yang tumbuh di Bali, pulau yang kaya akan budaya serta inspirasi biasa disebut “The Green Grunge Gentlemen Band ini konsisten melalui karyanya dalam memperhatikan lingkungan hidup serta isu politik, walaupun berbagai kritikan kabarnya berdatangan yang menganggap musik mereka tidak bisa dijual karena topiknya tidak populer bagi orang kebanyakan. Lewat lagu Harimau dan Orangutan jelas band yang beranggotakan Robi (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), Gembull (drum) menyampaikan pesan bahwa hewan langka itu harus dilindungi. Akan tetapi kita sendiri yang membuat keberadaan hewan langka itu terancam. Begitu juga pada lagu Mafia hukum yang mengkritik lucunya fenomena yang terjadi pada para elit politik Indonesia.

4.Iwan Fals

Foto: portalmusikmalang.com

Siapa tak kenal Virgiawan Listanto salah satu legenda hidup dalam industri musik Indonesia. Iwan Fals begitulah fans nya OI (Orang Indonesia) menyapa sang legenda tersebut. Musisi legendaris ini sering menyajikan lirik lagu sesuai dengan realitas sosial yang dialami oleh masyarakat. kritik sosial dalam lirik lagu karya Iwan Fals pada tahun 1981-1995 mendeskripsikan masalah kemiskinan, korupsi, pengangguran, dan kolusi. Kritik yang dipesankan lewat karya ini terlihat pada lirik lagu Galang Rambu Anarki (1981), Sarjana Muda (1981) Tikus-Tikus Kantor (1984), Surat Buat Wakil Rakyat (1987) sampai Orang Pinggiran (1995)

Salah satu fakta unik tentang Iwan Fals, konon katanya pernah mendirikan partai pada tahun 1998. Partai tersebut bernama Partai Tikus Got. Nama slebor ini terinspirasi dari kehidupan tikus got yang hidup di tempat kumuh, kotor, bau namun tetap berkembang biak meskipun terus di bunuh dan di buru. Namun sepertinya partai tersebut tidak di daftarkan untuk ikut serta dalam pesta demokrasi. Jika sampai ikut sepertinya partai-partai lain harus memperhitungkan si Tikus Got mengingat loyalis Iwan Fals yang luar biasa disebut-sebut mengalahkan “loyalis partai”.

5.Marjinal

Foto: Punkmusic.net

Jika kalian sedang bepergian menggunakan bus kota maupun angkutan kota (angkot) seharusnya tidak asing dengan pengamen yang sering melantunkan lagu dengan lirik yang kental dengan Isu HAM, kemanusiaan, hukum dan keadilan. Mungkin salah satu atau salah dua dari lagu-lagu tersebut adalah lagu yang berjudul “Negri Ngeri” & “Marsinah” milik band punk asal Jakarta yakni Marjinal.

Marjinal kebanyakan membuat lagu tentang membantu kaum tani, Nelayan, Kaum Miskin Kota dan juga isu-isu korupsi.Marjinal sendiri memiliki ikatan yang sangat kuat dengan komunitas Taring Babi, melalui media musik Marjinal menyuarakan apa yang selama ini ingin disuarakan. Mereka juga kerap kali ikut terlibat dalam sejumlah aksi dalam mengkritisi kebijakan sosial politik, HAM dan juga kemanusiaan. (Frigi)

Berikan Komentar: