Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Makna Kemerdekaan Menurut Morfem Band

admin Monday, 25 Aug 2014 | 14:15 WIB 0 1047 Views
Makna Kemerdekaan Menurut Morfem Band

PEMUDAFM.COM – Pada 17 Agustus 2014 lalu, masyarakat Indonesia merayakan hari kelahiran negaranya yang ke 69 tahun, sangat banyak harapan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia agar Indonesia lebih baik lagi kedepannya, harapan itu juga disampaikan oleh Morfem. Morfem yang merupakan band rock beranggotakan Jimi Multahzam, Pandu, Fredderrin dan Yanu Fuadi ini berharap bahwa dengan semakin ‘tua’-nya Indonesia diikuti juga semakin kreatif masyarakatnya; khususnya pemuda, dengan membuat sesuatu yang keren dan belum pernah dibuat orang lain sebelumnya.

Mereka juga menambahkan bahwa saat ini para pemuda di Indonesia sangat diuntungkan dalam segala hal untuk membuat sesuatu, hal ini disebabkan semakin majunya teknologi yang memudahkan kita untuk mengetahui segala hal. Mereka memberikan contoh saat ini, mudah sekali membuat rekaman lagu tanpa banyak mengeluarkan biaya. Berbeda dengan pada saat lalu yang harus memiliki dana cukup besar untuk dapat merekam sebuah lagu.

Selanjutnya mereka pun berpesan kepada Presiden Indonesia yang baru, bapak Jokowi untuk lebih memperhatikan musik Indonesia khususnya para band Indonesia yang berprestasi dan membawa harum Negara ke Mancanegara. Mereka mengatakan bahwa sudah saatnya ada perhatian lebih untuk para musisi yang mengharumkan negara Indonesia dengan berbagai macam apresiasi yang diberikan pihak Indonesia ke para musisi tersebut, sehingga dapat memacu para musisi untuk semakin kreatif dalam berkarya. Morfem yang juga memiliki beberapa lagu mengenai situasi sosial di Indonesia seperti lagu Pilih Sidang atau Berdamai, menginginkan lebih baik lagi untuk Indonesia kedepannya terutama dalam hal pelanggaran hukum yang menurut mereka selalu hanya masyarakat kecil yang menjadi korbannya, hal tersebut mereka sampaikan dalam acara Art Of Cure di kampus Institut Kesenian Jakarta pada Sabtu 23 Agustus 2014. (Sadam)

Berikan Komentar: