Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Dead Kennedys di Panggung Hammersonic: Tolak Rasisme dan Buang Homphobia

admin Tuesday, 24 Jul 2018 | 14:26 WIB 0 4 Views
Dead Kennedys di Panggung Hammersonic: Tolak Rasisme dan Buang Homphobia

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Semangat Punk tidak mati,narasi itu mungkin yang dapat digambarkan setelah melihat penampilan band punk legendaris asal California, Dead Kennedys Minggu malam 22/7 di Pantai Karnaval Ancol dalam perhelatan Hammersonic 2018. Saat Lampu panggung Main stage mulai dinyalakan serta diiukuti riff gitar East Bay Ray, seketika pula para pengunjung menyerbu panggung tersebut.

Terlihat ada yang rela meninggalkan makanan yang baru saja dibelinya padahal menurut saya harganya cukup merogoh kantong. Hal tersebut membuktikan keantusiasan pengunjung untuk menyaksikan salah satu headliner Hammersonic 2018 “Godfather of Punk” Dead Kennedys beraksi. Pemandangan unik terlihat dibarisan penonton, yang memadati Main Stage pun tidak hanya pencinta musik punk saja, banyak yang memakai merchandise slayer,Lamb of God,Cradle of filth,hingga Nile.Ini sebuah pembuktian “Metalveva Jayamahe” tema yang diangkat pada Hammersonic 2018, yang dalam press releasenya memiliki arti “dalam metal kita bersatu”.

Mengingat Dead Kennedys adalah band sepuh yang menjadi salah satu “Holy Saint” dan memiliki pengaruh yang besar dalam dunia Hardcore/Punk, tentu tidak ada yang ingin melewatkan kesempatan ini. Terlihat sang vokalis Ron Skip Greer sangat berenergi jingkrak sana sini memancing para penonton sekedar pogo atau melakukan stage diving,tapi sepertinya para penonton lebih menikmati menyaksikan band punk legendaris tersebut dengan santai. Hal ini sempat disinggung oleh Skip sembari melemparkan humor pada jeda sebuah lagu yang mereka mainkan.

Skip mengatakan “kenapa para penonton terlihat santai-santai saja saat kita main,ia orang Amerika menurutnya uang dan kesehatan itu sangat penting. Skip merasa sudah bela-belain supaya bisa main di Indonesia padahal Dokternya sudah melarang. Tapi skip ga peduli, ternyata ia menyadari harusnya ia tak perlu datang jauh-jauh jika kenyataannya cuma seperti itu. “Setelah itu mereka langsung memainkan “Kill The Poor” yang terdapat pada album perdana mereka, “Fresh Fruit for Rotting Vegetables”, yang dirilis 38 lalu.

Di sela-sela pertunjukan Dead Kennedys sempat mengangkat Isu Rasisme dan Homophia, pada satu jeda lagu Skip memberikan D.H. Peligro sang drummer kesempatan untuk berbicara, “Katakan tidak pada rasisme.” “Buang homophobia.” “Nazi punk fuck off,” sebut Peligro yang langsung memukul drumnya memainkan intro lagu “Nazi Punk Fuck Off”, dilanjutkan dengan “Too Drunk Too Fuck”,”California Uber Alles” hingga “Bleed For Me” yang diberikan gimick reff lagu milik penyanyi pop terkenal Taylor Swift – Shake it Off yang sontak membuat penonton tertawa.

Dipenghujung memasuki 40 menit penampilan mereka terdengar pula Cover song “Viva Las Vegas” milik mendiang King of Rock n’ Roll Elvis Presley dilanjutkan dentuman bassis berumur 69 tahun Klaus yang memainkan intro lagu hits mereka “Holiday In Cambodia” tanda berakhirnya penampilan para dedengkot musik Punk dunia tersebut.

Teriakan “We Want More” seperti biasa terdengar berharap mereka melanjutkan pertunjukan akan tetapi lampu panggung sudah padam dan terdengar dipanggung sebelah sudah ada band lain yang tampil, tanda pertunjukan benar-benar selesai.
Skip tidak ingin penontonnya kecewa ia terlihat turun panggung mendatangi kerumunan penonton yang berada dipagar barikade untuk sekedar berfoto.

Semoga “Hammersonic 2018 The Last Of Us” tidak benar-benar sebagai tanda perhelatan yang terakhir, Tetapi terus maju tumbuh menjadi festival yang mewadahi kalangan pecinta musik keras. Sesuai filosofi tema yang diangkat tahun ini “Metalveva Jayamahe” Indonesia sebagai negara yang berjaya di bidang maritim juga bisa berjaya di komunitas musik metal, rock, hardcore dan punk, karena berhasil menjadi salah satu yang terbesar di dunia. (Frigi)

Berikan Komentar: