Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Nilai Historis & Cita Rasa Nasi Penggel

admin Thursday, 4 Aug 2016 | 12:02 WIB 1 527 Views
Nilai Historis & Cita Rasa Nasi Penggel

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Nasi penggel merupakan salah satu makanan khas Kebumen, sebuah kota kabupaten yang terletak di pesisir Jawa Tengah. Untuk menikmati seporsi nasi penggel bisa jadi hal yang sulit, karena kita harus memperhitungkan jam membelinya. Bahkan harus rela bangun pagi, karena lewat jam delapan pagi, nasi penggel bisa dipastikan ludes, tak bersisa.

Nasi penggel adalah nasi dengan lauk kikil, tempe, tahu, dan sayur gori (nangka muda). Sering kali, sayur gori juga dicampur dengan potongan rebung, kacang panjang, daun, dan kulit buah melinjo. Dari tampilan, mirip nasi gudeg. Namun, bila gudeg dominan dengan rasa manis, saat menyantap nasi penggel, kita bisa menemukan tiga rasa yang mendominasi: pedas, asin, dan gurih.

Nasi Penggel berupa nasi yang dibentuk bulat, seukuran bola pingpong. Biasanya disajikan dengan wadah daun pisang yang dibentuk `pincuk`, dengan sayur nangka muda berbumbu gurih dan kikil yang dimasak dengan bumbu kuning. Lauk pendampingnya ada tahu dan tempe mendoan. Harnya pun cukup murah untuk satu porsinya. Nasi penggel sendiri bermakna “nasi yang dibulati”. Bentuk nasinya, menyerupai nasi kepal yang dibentuk bulat-bulat sebesar bola ping-pong. Sekilas, memang terlihat kecil. Namun bila dinikmati, satu porsi nasi penggel yang biasanya berisi 7 hingga 8 bulatan, jelas cukup bikin kenyang.

Sebagai lauk, nasi penggel juga dilengkapi dengan gulai kikil sapi yang dipotong kecil. Tetapi, bila ingin, kikil juga bisa diganti dengan kulit serta jeroan sapi lainnya seperti babat, iso, jantung, tetelan, paru, dan lain sebagainya sesuai selera. Bahkan, bagi beberapa orang, kombinasi ini akan lebih nikmat rasanya bila dilengkapi dengan tempe mendoan.

Terciptanya Nasi Penggel, tidak jauh dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Dimulai pada 1948, Kali Kemit yang berada di Kebumen menjadi garis pemisah antara wilayah yang dikuasai Belanda dan Indonesia. Ketika Indonesia berusaha merebut wilayah yang masih dikuasai Belanda, terjadi pertempuran sengit di Kali Kemit. Banyak yang gugur dari persatuan pelajar dan juga para santri yang tergabung dalam Angkatan Oemat Islam (AOI). Warga pun turut membantu dengan mensuplai makanan pada para prajurit Indonesia di lini depan. Untuk memudahkan distribusi makanan, maka nasi pun dikepal dan terciptalah Nasi Penggel.
Penjual nasi penggel bisa ditemukan di alun-alun Kebumen, kawasan Tembana, atau langsung ke desa asal pedangan nasi penggel, yakni Desa Peniron, Pejagoan. (Fariz)

line at radio pemuda fm

1 Komentar »

  1. Busur Nusantara Saturday, 29 Oct 2016 | 8:36 WIB at 8:36 WIB - Reply

    kadang emng kita kudu tahu historis dari setiap masakan, biar tidak menyepelekan makanan tersebut

Berikan Komentar: