Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Milu Siram: Sup Jagung Simbol Perdamaian Raja Raja Gorontalo

admin Monday, 16 Jan 2017 | 15:32 WIB 0 327 Views
Milu Siram: Sup Jagung Simbol Perdamaian Raja Raja Gorontalo

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Binde biluhuta merupakan bahasa Gorontalo yang berarti jagung disiram. Binde Biluhuta dalam logat melayu Gorontalo biasanya disebut dengan Milu siram. Yang dalam bahasa Indonesianya binde sama dengan jagung. Jenis kuliner khas Gorontalo ini sering dijadikan sebagai makanan pokok masyarakat Gorontalo yang bentuknya mirip sup jagung. Karena bahan dasarnya adalah jagung yang sangat mudah didapat di Gorontalo dan juga cara membuatnya yang mudah sehingga pada umumnya disetiap rumah orang Gorontalo semuanya bisa membuat binde biluhuta.

Hanya dengan menyiapkan binde atau jagung yang sudah dipipil dan juga bumbu-bumbu seperti jeruk, garam, cabe, kecap, daun pepaya, dan penyedap rasa. Lalu cara memasaknya hanya dengan merebus jagung, kemudian disatukan dengan air panas dan diracik bisa menggunakan udang atau ikan tuna yang di iris kecil-kecil. Serta ditambahkan aneka rempah-rempah, diantaranya, bawang merah dan bawang putih yang sudah di goreng, daun bawang, daun kemangi, kelapa yang sudah diparut.Kita sudah bisa membuat milu siram ini.

Ada yang kurang lengkap apabila kita sebagai anak muda hanya bisa menikmati sebuah makanan khas dan membuat makanan tersebut. Kita harus juga mengetahui nilai sejarah dan filosofi yang terkadung dalam makanan tersebut sehingga membuat kita lebih berwawasan dan menghargai suatu makanan itu. Dalam sejarahnya, hingga saat ini memang belum ada yang tahu sejak kapan binde biluhuta hadir di Gorontalo. Tetapi menurut almarhum Mansoer Pateda, salah seorang putra terbaik Gorontalo, yang juga merupakan Profesor Linguistik dari Universitas Negeri Gorontalo, binde biluhuta sudah ada sejak zaman raja-raja Gorontalo, dan telah menjadi konsumsi umum baik para raja maupun masyarakat biasa.

Dipilihanya jagung bukan karena mudah didapat di Gorontalo semata tetapi juga memiliki makna filosofis. Ketika jagung dipipil dimaknai dengan bercerai berai diibaratkan sebagai simbol raja raja yang memperebutan wilayah demi menaklukan kerajaan kecil atau dikenal dengan pertengkatang Kerajaan Gorontalo dan Limboto. Keadaan tersebut terjadi di zaman raja-raja Gorontalo pada abad ke 15.

Karena raja-raja di Gorontalo sering kali berperang memperebutkan wilayah kekuasaan, maka pada saat itu selalu muncul simbol-simbol yang melambangkan perdamaian. Salah satunya adalah makanan. Binde biluhuta dan ilabulo adalah makanan yang selalu disimbolkan persatuan dan perdamaian.

Jika tadi jagung jagung yang dipipil itu dianalogikan sebagai raja raja yang berperang maka ketika jagung yang sudah dipipil itu dicampur dengan bahan rempah rempah dan menghasilkan binde biluhuta disitulah letak makanan ini menjadi simbol pemersatu raja raja yang berperang. (Fariz)

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: