Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Menjelajah 5 Jajanan Tradisional Indonesia di Bulan Ramadhan

admin Wednesday, 31 May 2017 | 9:19 WIB 4 109 Views

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Jika ditanya pada masyarakat sekitar apa yang selalu ditunggu pada bulan Ramadhan? Ya mereka pasti akan menjawab makanan/minuman dan suara adzan magrib yang selalu ditunggu – tunggu. Para Penjual makanan ataupun minuman di bulan Ramadhan akan lebih banyak dibandingkan bulan – bulan islam lainnya atau bisa kita sebut sebagai penjual dadakan. Setiap pesisir jalan sudah berjejer penjual yang menggelar dagangan mereka baik makanan maupun minuman. Makanan dan minuman yang selalu ada di bulan Ramadhan yang biasa kita temukan yaitu kolak ataupun gorengan. Namun bagaimana kalo kita menjelajahi jajanan tradisional di beberapa daerah di Indonesia yang menjual makanan di bulan Ramadhan yang lebih enak diantaranya:

1. Cendol

Cendol merupakan salah satu minuman khas Jawa Barat yang terbuat dari tepung beras yang disajikan dengan gula merah, santan dan es batu yang diserut sebagai pelengkap. Jika di daerah Jawa Tengah lebih akrab disebut Es Dawet.  Dalam bahasa Sunda asal muasal kata cendol ini merujuk dari kata “jendol” yang artinya muncul atau “ngajendol” yakni ada butiran yang muncul ketika masuk ke mulut seperti agar agar. Warna hijau dari cendol ini berasal dari daun pandan. Di jawa Barat cendol ini dibuat dengan cara menguyak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan yang berbentuk bulat lonjong  lancip ujungnya terbuat dari  anyaman bambu.

2. Mie Glosor

Setiap bulan Ramadhan tiba, mie glosor selalu menjadi menu tajil berbuka puasa di kota Bogor. Ramadhan identik dengan mie glosor karena hampir semua orang mencari menu yang satu ini.Dari namanya saja makanan yang satu ini sudah membuat penasaran orang untuk mencobanya. Mie glosor sekilas sama dengan mie kuning yang sering kita jumpai. Yang membedakan hanya bahan bakunya. Jika mie kuning biasa terbuat dari tepung terigu, maka mie glosor ini  menggunakan adonan tepung sagu atau aci dan tambahan kunyit untuk membuat warnanya menjadi lebih  kuning. Di Bogor mie glosor selain bisa ditemukan di sepanjang jalan Bangbarung, kalian juga bisa mampir di setiap jalan yang menyediakan jajanan buka puasa di sepanjang pingir jalan seperti daerah Jembatan merah, Surya Kencana, Lodaya, dan masih banyak lagi.

3. Bongko Kopyor

Bongko Kopyor adalah satu hidangan khas kota Gresik untuk berbuka puasa. Jajanan kuliner ini menggunakan bahan utama tepung terigu, santan kelapa, kelapa parut, pisang, nangka dan roti.  Selain bentuknya sangat menggoda bongko kopyor dihadirkan dengan bungkusan daun pisang yang hijau dan menarik. Rasanya pun sangat manis, legit dan segar  tidak salah kalau menu ini dijadikan menu pembuka untuk bulan Ramadhan,  Khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah Manyar atau wilayah pesisir pantai. Harga yang dipatok untuk makanan ini juga bervariasi, mulai dari Rp 3.000 ,- hingga Rp 5.000,

4. Kicak

Kicak berasal dari kota keraton Yogyakarta. Kicak adalah salah satu makanan yang sangat khas dan cukup populer di bulan Ramadhan. Kuliner  khas  ramadhan ini hanya bisa dijumpai saat bulan puasa tiba. Makanan Kicak menggunakan bahan dasar beras ketan. Ketan yang sudah ditanak kemudian dihaluskan sehingga mirip dengan jadah atau gemblong. Kemudian dicampur kelapa parut dan potongan buah nangka sebagai pelengkapnya. Rasa manis dan aroma wangi nangka membuat penganan ini makin enak. Apalagi penyajiannya dibungkus dengan daun pisang.
Jika Kicak saat ini dibuat menggunakan ketan, maka di jaman dahulu, Kicak dibuat dari singkong yang diparut yang dimasak dan dicampur dengan bahan-bahan lain.

5. Kue Lampu – lampu

Jajanan nusantara kue tradisional khas Manado ini dikenal luas dengan sebutan kue lampu-lampu. Kue basah berbahan tepung beras ini cukup unik, selain bercita rasa manis gula merah dan gurih santan juga memiliki aroma kuat yang harum dari daun pandan dan tentunya daun pisang sebagai wadah. Selain berwarna putih, kita juga menjumpai kue lampu2 ini berwarna hijau yang didapat dari air perasan daun suji. Rasanya yang enak dan cara membuatnya yang cukup mudah lumayan dapat menambah referensi di rumah dalam upaya menghidangkan sajian favorit keluarga bahkan menu andalan buka puasa.

Jika harus disebutkan satu persatu jajanan tradisional Indonesia itu sangat banyak maka kami hanya bisa merekomendasikan beberapa jajanan tradisional berbuka puasa selama bulan Ramadhan yang wajib kalian rasakan jika kalian berkunjung di salah satu daerah Indonesia.Selamat mencoba. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. (Niken)

line at radio pemuda fm

4 Komentar »

  1. ibnu Thursday, 1 Jun 2017 | 7:29 WIB at 7:29 WIB - Reply

    lihat 5 ajanan tradisional ini, ingat kampung halaman euy…
    “rintihan sang perantau”

  2. afifuddin Saturday, 3 Jun 2017 | 12:25 WIB at 12:25 WIB - Reply

    Makanan tradisional memang tak kalah dengan makanan-makanan trends sekarang ini..

  3. rumahulin Wednesday, 14 Jun 2017 | 13:51 WIB at 13:51 WIB - Reply

    Perasaan di Bogor bukanya ga pake mie glosor deh. Cuma pake minuman sama snack kaya biasanya. Itukan makan berat?

  4. infoana Wednesday, 14 Jun 2017 | 13:53 WIB at 13:53 WIB - Reply

    Wah cendol selalu menemani di saat buka. rasa gula merah dan santannya pas deh.

Berikan Komentar: