Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Kue Pancong: Makanan Tradisional yang Semakin Populer

admin Monday, 13 Jun 2016 | 14:19 WIB 0 536 Views
Kue Pancong: Makanan Tradisional yang Semakin Populer

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Berbicara mengenai kuliner memang tidak akan pernah ada habisnya, dari makanan kaki lima sampai menu hotel bintang lima. Bukan saja tentang lezatnya cita rasa menu, tetapi kemasan serta tampilan sebuah makanan yg di kemas secara kreatif dan unik, kini mewarnai dan menjadi daya tarik bagi food lovers hobi berkuliner dimanapun mereka berada. Jakarta misalnya, sebagai ibu kota metropolitan yang dimanfaatkan oleh para pengusaha makanan dalam menyajikan berbagai menu lezat, kreatif dan unik.

Kue Pancong salah satunya, kue yang tadinya merupakan makanan tradisional yang jarang di minati oleh food lovers, kini banyak anak muda temui di warung makan kaki lima sampai restoran. Berbagai kemasan menarik serta aneka macam rasanya, kini kue pancong selalu menarik untuk di cicipi.

Konon jajanan tradisional ini awalnya berasal dari Jakarta. Di beberapa daerah di Indonesia, kue ini memiliki beberapa nama berbeda, di Bandung kue ini disebut kue Bandros, sedangkan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, kue ini lebih dikenal dengan nama Serabi Rangin, dan di Bali dinamai Haluman.

Dengan banyaknya sebutan yang berbeda-beda namun pada intinya semuanya adalah sama, dan untuk sebutan kue Pancong sendiri mungkin yang lebih sering dikenal secara umum jika dibandingkan dengan sebutan yang lain.

Rasa yang beraneka ragam dari kue pancong tersebut yang awalnya hanya ditaburi gula pasir saja saat ini sudah sangat berkembang ada yang ditambahnkan coklat, selai aneka rasa dan sebagainya.

Gimana anak muda makin banyak keanekaragaman kuliner yang dulunya mungkin rasanya hanya itu-itu saja sekarang sudah makin berkembang. Ya, nostalgia dengan rasa yang dulu pernah ada namun dengan rasa yang lebih banyak pilihanya. (Novan)

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: