Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Jenderal Besar A.H Nasution, Menginspirasi Hingga Ke Mancanegara

admin Thursday, 23 Nov 2017 | 15:36 WIB 0 0 Views
Jenderal Besar A.H Nasution, Menginspirasi Hingga Ke Mancanegara

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Banyak tokoh tokoh nasional Indonesia yang mungkin anak muda jaman sekarang kurang diketahui, untuk itu sebagai anak muda yang cinta terhadap negaranya kita tidak boleh melupakan peran dari tokoh tokoh nasional. Nama Jenderal Besar A. H. Nasution tidak terdengar asing bagi sebagian anak muda tetapi peran dan dampak dari tokoh nasional ini ternyata tidak hanya berdampak bagi Indonesia saja tapi juga untuk internasional. Jenderan Besar Nasution atau yang bernama lengkap Abdul Haris Nasution ini lahir di Huta Pungkut, Kecamatan Kotanopan, Tapannuli Selatan, pada tanggal 3 Desember 1918.

Jenderal Besar A. H. Nasution ini merupakan lulusan KNIL atau Korps Pendidikan Perwira Cadangan di Bandung pada tahun 1940-1942. Beliau pernah memimpin peperangan dalam negeri Pada masa Agresi Militer I Belanda Begitu pula memimpin pasukan Siliwangi. Di dalam pasukan atau peperangan yang dipimpinnya ini menggunakan startegi dan taktik linear tetapi pertahanan linear tersebut mudah diterobos oleh belanda maka dari pengalamannya itulah Jenderal Besar Nasution belajar taktik gerilya.

Menurut Jenderal Besar A. H. Nasution “Perang gerilya adalah perang rakyat semesta” maka dengan digunakannya taktik perang gerilya ini karena ia menyadari jika tentara kita dengan persenjataan dan strategi yang konvensional (bertempur secara langsung di medan perang), tidak akan mampu menghadapi Belanda. Untuk menghadapi serangan Belanda, perlu dibuat kantong-kantong gerilya. Dengan konsep tersebut maka dibentuklah Wehrkreise (daerah pertahanan) untuk menghadapi tentara Belanda yang lebih kuat persenjataannya.

Jenderal Besar A. H. Nasution juga memberikan syarat agar taktinya bisa direalisasikan, syaratnya itu seperti membentuk pemerintahan militer gerilya sampai tingkat terendah di kelurahan/desa, melaksanakan politik non-kooperasi dan non-kontrak yang tegas, Serta me-wingate-kan atau menginfiltrasikan pasukan-pasukan ke daerah pendudukan Belanda di Jawa khususnya dan di daerah seberang (luar jawa) pada umumnya.

Berkat metode perang gerilya, kemenangan diraih dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Padahal, militer Belanda pada masa lalu sangat unggul dari sisi teknologi maupun kekuatannya. Faktor inilah yang menjadi kunci keberhasilan dan diakui publik dunia. Semuga gagasan dan pengetahuan gemilang Jenderal Besar A. H. Nasution dituangkan ke dalam buku “Pokok Pokok Gerilya” buku ini ternyata tidak hanya digunakan kalangan militer Indonesia saja. Buku tersebut telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa asing, dengan judul “Fundamentals of Geurilla Warfare” untuk digunakan sebagai buku wajib militer di sejumlah negara. Bahkan, buku ini menjadi buku wajib di sekolah elite militer dunia, West Point, Amerika Serikat. 

Tidak berhenti disitu, buku tersebut juga berjasa besar dalam perlawanan Vietcong berhasil mempercundangi tentara Amerika Serikat dalam Perang Vietnam berkat mempelajari buku “Pokok-pokok Gerilya”. Para komandan Vietkong mempelajari gagasan Nasution tersebut kemudian diterapkan dalam perang yang berlangsung 18 tahun ini. Mereka tidak melakukan peperangan frontal, namun bertahan ditengah hutan dengan perlawanan-perlawanan kecil. Dengan berbekal senapan serbu AK-47, secara perlahan perlawanan gerilyawan Vietcong membuat frustrasi tentara Amerika Serikat yang tidak berpengalaman di dalam hutan. Berbagai peralatan canggih tentara Amerika Serikat pun seakan tak berfungsi dalam hutan. Dan hasilnya pada maret 1973 Amerika Serikat meninggalkan Vietnam Selatan, dan tak lama kemudian Saigon jatuh ketangan Vietnam Utara.

Jadi itulah peran besar Jenderan Besar A. H. Nasution terhadap dunia permiliteran di Indonesia maupun di internasional, gagasan dan ide cemerlangnnya diakui dunia. Bangga! (Fariz)

Berikan Komentar: