Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Film Indonesia “Daun Diatas Bantal” Sudah Mendunia Sejak Tahun 1998

admin Kamis, 6 Apr 2017 | 13:14 WIB 0 94 Views


PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Anak muda, kamu harus tahu ternyata film karya anak bangsa Indonesia bukan hanya baru-baru ini saja mendapatkan penghargaan internasional, sejak tahun 90-an terdapat sejumlah film Indonesia yang telah mampu bersaing di dunia film internasional. Salah satunya adalah Film Daun Di Atas Bantal tahun 1998 yang digarap oleh Garin Nugroho.

Kamu pasti ga percaya, ternyata Film tersebut mendaptkan penghargaan film festival bertaraf internasional, yaitu Asia-Pasific Film Festival tahun 1998 – Best actress – Chirstine Hakim, Asia-Pasific Festival tahun 1998 – Best Film, Singapore Internasional Film Festival tahun 1999 – Unggulan dalam kategori silver, Screen Awards Best Asian Feature Film – Garin Nugroho, Tokyo Internasional Film Festival tahun 1998 Specialy Jury Prize – Garin Nugroho.

Film ini menceritakan bagaimana kehidupan ke tiga anak jalanan bernama Heru, Kancil dan Sugeng untuk mengalahkan kemiskinan hidup yang tak kunjung berakhir, serta Chirstine Hakim berperan sebagai Ibu kandung mereka (Asih) yang mengalami kekerasan dari suaminya, kemudian menjadi PSK untuk menyambung hidup. Sisi gelap dan penuh kriminalitas mewarnai adegan Film di atas bantal tersebut.

Bantal daun merujuk pada merepresentasikan dari mimpi kehidupan yang lebih baik (bantal berarti tempat untuk mereka bermimpi dan daun sebagai metafora hidup). Heru, Sugeng dan Kancil memiliki mimpi, untuk mewujudkannya mereka harus melalui serangkain roda kehidupan seperti pekerjaan yang sepatutnya tidak dikerjakan, seperti menjual ganja, mengemis dan memulung. Heru, Sugeng dan Kancil adalah potret kehidupan anak jalanan yang memerlukan sebuah kebahagiaan moral dari keluarga yang menyayangi, melindungi serta mengasihani.

Christine Hakim yang merupakan Salah satu aktor dalam film ini sekaligus pemenang Best Actrees pada Asia-Pasific 1998 meuturkan kepada salah satu media Belanda, bahwa film ini merupakan pesan untuk seluruh masyarakat agar semakin memperhatikan kehidupan anak jalanan dimanapun. Ia menjelaskan bahwa permaslahan anak jalanan tidak sama hal nya dengan memberantas orang miskin yang hanya membutuhkan sebuah makanan, sehingga kita memberikan mereka makan kemudian terselaikan permasalahannya. Menurut Chrustine Hakim anak jalanan juga memerlukan kasih sayang dan perhatian lebih selayaknya orangtua ke anak, dikarenakan mereka juga membutuhkan bimbingan atau arahan lebih baik dalam menjalani kehidupannya.

Film di Atas Bantal, menjadi salah satu contoh film yang memiliki begitu banyak cerita moral tentang potret kehidupan anak jalanan yang “gelap” dan “keras”. Anak muda, kamu harus bersyukur atas hidup yang sudah kamu jalani hari ini, karna ternyata ada banyak anak muda di sana membutuhkan sebuah kehidupan yang layak.

Dan mengenai film Indonesia kamu harus bangga. Berkaryalah untuk memajukan film Indonesia hingga kancah internasional. Film ini hanyalah sebagian dari film – film Indonesia yang sudah membuktikan bahwa karya anak bangsa tidak bisa begitu saja diremehkan dan sudah sepatutnya untuk diapresiasikan. Anak muda banyak sekali cara untuk membuat sebuah karya terutama film yang akan bersaing dengan film – film lainnya. (Melly)

Berikan Komentar: