Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Film Boven Digul: Kisah Perjuangan Seorang Dokter di Pedalaman Papua

admin Senin, 6 Mar 2017 | 13:41 WIB 0 185 Views


PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Dunia perfilman Indonesia baru-baru ini kehadiran film berlatar Papua yang berjudul boven digoel, sebuah film yang menceritakan tentang perjuangan seorang dokter muda bernama John Manangsang yang mengabdi di pedalaman papua. Film ini di adaptasi dari sebuah buku yang berjudul PAPUA. Film ini memperlihatkan tentang sebuah tragedy dan fakta anak bangsa yang di adaptasi dari kisah nyata perjuangan seorang dokter dalam melayani masyarakat di pedalaman papua.

Di ceritakan di sebuah puskesmas pedalaman Papua tepatnya desa Maryam , tanah merah boven digoel, Papua, seorang dokter yang bernama Manangsang terpaksa melakukan operasi Caesar terhadap seorang Ibu yang melahirkan bayinya. Lantaran kondisi mendesak sang dokter harus melakukan operasi dengan perlatan medis yang seadanya. Dalam situasi yang genting, saat perlengkapan yang tidak komplit, termasuk pisau bedah, sang dokter pun memutuskan menggunakan pisau silet untuk menggantikan pisau bedah untuk melakukan operasi. Situasi ini merupakan adegan terbaik dalam film ini yang paling banyak di kagumi oleh para penonton. Karena cukup membuat mereka tegang dengan keadaan itu. Tetapi untungnya dokter bersama dengan timnya berhasil menyelamatkan Ibu dan anak itu.

Film ini disutradarai oleh FX purnama yang merupakan sutradara yang telah diakui karya-karyanya. Dalam film “Boven Digul” mayoritas di perankan oleh orang-orang yang berasal dari Papua. Yang mana pemerannya yaitu Joshua matulessy berperan sebagai John Manangsang. Ia di ceritakan sebagai seorang dokter yang berjiwa besar dan ingin membantu orang yang membutuhkan pertolongannya. Joshua matulessy yang lebih dikenal sebagai Jflow adalah seorang rapper, produser, sekaligus penulis kebangsaan Indonesia. Film ini juga dibintangi oleh aktris yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya yaitu Christine hakim yang berperan sebagai Ibu dari John Manangsang. Dan masih banyak lagi pemain yang berkualitas lainnya dalam film ini.

Lewat film ini sang sutradara seolah ingin meyampaikan pesan yang sangat positif, yakni berharap agar pemerintah semakin menigkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di daerah-daerah pedalaman. Sayangnya, film ini hanya mendapat 15 layar di seluruh bioskop di Indonesia. Meskipun begitu, tentunya tidak menurunkan kualitas film ini yang dinilai sudah cukup baik untuk sebuah karya produksi perdana dari rumah produksi asli papua sendiri. Film ini sangat memberikan pukulan yang sangat berat bagi pemerintah. Karena dengan film ini kita mengetahui bahwa di luar sana, di pedalaman Indonesia masih banyak daerah yang tidak memiliki tingkat kesehatan di bawah standar. Seharusnya pemerintah lebih memprhatikan itu keadaan itu.

Dengan adanya film “Boven Digul” juga kita sebagai anak muda Indonesia mendapat sebuah sebuah inspirasi yang sangat mempengaruhi perkembangan negara kita tercinta ini. Seharusnya kita yang mendapatkan fasilitas kesehatan memadai jangan mengeluh dengan apa yang kita punya sekarang. Kita seharusnya bercermin dari film ini. Jikalau lebih banyak lagi orang seperti John Manangsang ini, jangankan masyarakat pedalaman, masyarakat kota juga dapat merasakan akibat yang baik untuk kemajuan bangsa kita. Film ini adalah sebuah contoh untuk kita semua, semoga di kemudian hari banga kita ini meliki lebih banyak lagi orang seperti John Manangsang. (Sinta)

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: