Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Diperankan Oleh Nenek Berumur 95 Tahun, Film Ziarah Raih Penghargaan Internasional

admin Wednesday, 24 May 2017 | 13:20 WIB 0 158 Views


PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Satu lagi prestasi anak bangsa yang berhasil membawa pulang dua penghargaan dari ajang ASEAN International Film Festival (AIFFA) 2017 lewat film yang berjudul “Ziarah” yakni Best Screenplay & Special Jury Award. Film arahan sutradara BW Purba Negara yang sebelumnya dikenal sebagai sutradara film pendek ini pun berhasil masuk dalam empat kategori di ajang penghargaan film internasional tersebut, film ini juga memenangkan beberapa penghargaan lainnya seperti, Film Terbaik di SalaMindanaw Asian Film Festival 2016. Lalu nomine Penulis Skenario Terbaik pada Festival Film Indonesia 2016 dan nomine Film Non Bioskop Terbaik di Apresiasi Film Indonesia 2016.

Tokoh utama dalam film ini adalah seorang nenek berumur 95 tahun bernama Ponco Sutiyem, yang akrab disapa Mbah Ponco, seorang petani di Gunung Kidul yang mampu menyajikan akting memukau hingga masuk dalam nominasi ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 untuk kategori Aktris Terbaik.

Film ini mengisahkan perjalanan Mbah Sri saat mencari makam suaminya yang terpisah saat agresi militer Belanda ke-2 tahun 1948.Dengan alur cerita yang dramatis, di bagian akhir, Mbah Sri pasrah pada hasil yang ia temukan selama proses pencariannya. Intisari cerita yang disampaikan pada film ini memperlihatkan bagaimana Mbah Sri sudah berbesar hati. Lewat film ini, pesan moral yang ingin disampaikan adalah agar manusia bisa berdamai dengan masa lalunya serta mengajarkan apa itu hakikat pasrah.

Gala Premiere film Ziarah pada 13 mei 2017 digelar di tempat yang tidak biasa yaitu di puncak Gunung Gambar, Gunung Kidul, Yogyakarta dengan konsep unik menggunakan layar tancap.Gunung Kidul dipilih sebagai lokasi pemutaran perdana karena tempat itu adalah inspirasi yang menjadi fondasi film Ziarah.

Film dengan perspektif Jawa agraris yang memperjuangkan dan kehilangan tanahnya ini sudah tayang di bioskop nasional mulai Kamis (18/5) Film ini ditayangkan di empat belas kota melalui tiga jaringan bioskop di seluruh Indonesia.

Cinema XXI menayangkan Ziarah di Blok M Square dan TIM XII (Jakarta), Detos XXI (Depok), Empire XXI (Bandung), Empire XXI (Yogyakarta), Solo Square XXI (Solo), Mandala 21 (Malang), Royal 21 (Surabaya), dan Citra XXI (Semarang).

Cinemaxx menayangkan Ziarah di Cinemaxx Maxxbox Lippo (Tangerang), Cinemaxx Orange County (Cikarang), Cinemaxx Lippo Plaza (Yogyakarta), Cinemaxx Plaza Kupang (Kupang), Cinemaxx Java Supermall (Semarang). Sedangkan CGV menayangkan Ziarah di CGV Bekasi Cyber Park (Bekasi), CGV Sahid JWALK (Yogyakarta), CGV Sunrise Mall (Mojokerto), dan CGV Rita Supermall (Purwokerto).

Dengan budget produksi minim BW Purba Negara memproduksi film Ziarah secara independen bersama Hide Project films, Goodworks, Super 8mm Studio & limaenam film, film Ziarah dibuat dengan peralatan yang terbilang terbatas. Film ini hanya menggunakan peralatan sederhana, seperti kamera DSLR, handycam bahkan kamera handphone. Semua kru film dan para pemain termasuk Hanung Bramantyo Sutradara kondang yang tampil sebagai cameo dalam film ini berasal dari Yogyakarta, bahkan lokasi syutingnya pun hanya berlokasi di beberapa tempat di Yogyakarta.

Jadi film ini merupakan murni karya anak bangsa. Hal ini membuktikan bahwa film yang berkualitas tidak harus selalu menghabiskan biaya yang besar dan Film karya anak bangsa tentunya semakin membanggakan Ibu Pertiwi. (Frigi)

Foto: Coveragemagz

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: