Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Tim E-GAS Undip: Menggunakan Metode Playing and Practice, Solusi Kekeringan Air di Blora

admin Senin, 6 Jun 2016 | 9:11 WIB 0 464 Views
Tim E-GAS Undip: Menggunakan Metode Playing and Practice, Solusi Kekeringan Air di Blora

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Blora, Minggu (17/4) Tim E-GAS (Education Green and Science) menggunakan metode playing and practice mengajarkan solusi kekeringan air di Blora. Tim yang terdiri dari 5 orang ini merupakan tim dari program kreativitas mahasiswa pengabdian masyarakat dari Universitas Diponegoro, Semarang.

Blora yang terkenal karena kekeringan ketika musim kemarau menjadikan Eva, Hastin, Hanafi, Agus dan Adi ini tergerak untuk melakukan kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan tentang penanaman rasa cinta lingkungan dan pelestarian hutan di SDN 2 Temuireng, Kec. Jati, Blora.

Di hari sebelumnya (16/4) tim E-GAS Undip telah mengajarkan tentang biopori dan manfaatnya untuk penyerapan air tanah. Selain itu juga mengajarkan tentang bagaimana sistem biopori dapat menyerap air tanah untuk solusi masalah kekeringan air.

Pada Minggu pagi, seluruh siswa SDN 2 Temuireng beserta tim E-GAS dari Undip memulai kegiatan dengan senam bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan lubang biopori pada beberapa sisi dari sumber air sumur. Diharapkan biopori yang diisi dengan sampah organik ini dapat menjadi lubang resapan air tanah pada sumur.

Selain pembuatan biopori pada beberapa sisi dari sumur, lubang biopori juga dibuat pada beberapa tanaman pohon yang ditanam. Sampah organik yang merupakan isian dari lubang biopori diharapkan sekaligus menjadi pupuk bagi tanaman tersebut.

Penambahan program pengajaran biopori untuk solusi masalah kekeringan ini dilakukan karena di Dukuh Alas Malang sering terjadi kekeringan ketika musim kemarau tiba. Seperti yang diungkapkan Kholif siswa kelas 5 SDN 2 Temuireng, dia mengatakan “Bapak saya kalau cari air di tengah hutan, mas. Jaraknya sejauh 5 km dan itu antri bisa sampai 3 jam.”

Kegiatan yang dilakukan dengan metode practice and playing ini begitu cepat dalam memahamkan para siswa tentang apa itu biopori dan bagaimana manfaatnya. Siswa menjadi lebih paham dalam memahami biopori dan bagaimana cara penggunaannya.

“Lubang biopori digunakan untuk menyerap air ke dalam tanah” jawab Adit, siswa kelas 6 SD ketika ditanya tentang apa dan manfaat biopori. “Saya senang sekali mengetahui manfaat dan bagaimana cara membuat biopori” ujarnya kembali.

Antusias siswa dapat dilihat pada aktifnya mereka dalam mengikuti kegiatan Minggu pagi itu. Selain itu, beberapa pertanyaan tentang biopori, sampah organik, non organik, kegunaan dan manfaat biopori dapat dijawab dengan mudah ketika ditanya Hanafi, salah satu dari tim E-GAS Undip. Dengan playing and practice menjadikan pembelajaran tentang cinta lingkungan begitu mudah dan menyenangkan.


Oleh: Eva Yulianti
Fakultas Sains dan Matematika
Universitas Diponegoro

1 2

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: