Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Problematika Anak Jalanan dan Pendidikan di Hari Anak Nasional

admin Monday, 24 Jul 2017 | 12:33 WIB 1 243 Views

radio online indonesia

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Selamat hari anak nasional, ya tepat pada tanggal dan tahun ini 33 tahun sejak tahun 1984 kita telah merayakan hari yang sangat berbahagia bagi seluruh anak di indonesia, mungkin itu yang di harapkan dari pencetus hari anak nasional ini untuk mengingatkan bahwa seorang anak yang telah lahir merupakan calon-calon penerus bangsa dalam membangun negeri kita tercinta yang harus dilindungi dan dimanusiakan. Selain itu, hari anak juga bertujuan untuk memberitahukan si anak bahwa ia mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawabnya kepada orang tua, lingkungan dalam bermasyarakat serta kepada bangsa dan negara.

Namun dalam realita sesungguhnya, anak–anak di Indonesia seperti tidak merasakan sentuhan kasih sayang dari sang ibu pertiwi, mereka masih merasakan seperti orang lain di negerinya sendiri, masih merasa di kesampingkan keberadaanya dan masih merasakan kebahagian masa kanak-kanak yang hanya di dapatkan saat bermimpi di malam hari.

Kita masih bisa dapat melihat banyak para calon penerus bangsa ini yang belum memiliki tingkat kesejahteraan yang baik. Seperti dalam hal mengenyam pendidikan formal, masih banyak anak-anak Indonesia yang belajar dengan fasilitas yang kurang memadai sehingga berdampak pada prestasi pendidikan Indonesia di mata dunia. Hal ini dibuktikan dengan laporan data OECD pada tahun 2016 bahwa pendidikan Indonesia berada di peringkat 57 dari total 65 negara dan selain pendidikan, masih banyak anak-anak yang bekerja di kerasnya aspal jalanan di panasnya terik matahari.

Akibat dari banyaknya anak-anak yang berada di jalanan ini membuat mereka renta terhadap tindakan kriminalitas entah mereka menjadi korban ataupun pelaku kriminalitas. Seperti data dari Institue For Criminal Justice Reform (ICJR) bahwa sampai juni 2017 tercatat ada 910 tahanan anak yang terdiri dari 895 anak laki-laki dan 15 anak perempuan dan masih banyak yang dipaksa orangtuanya untuk bekerja dibandingkan bersekolah dengan tujuan untuk menambah atau memperbaiki kualitas penghasilan dalam perekonomian keluarganya.

Menurut data Mensos tahun 2016 dan KPAI, anak terlantar ada 4,1 juta anak jalanan dan anak yang dieksploitasi 35 ribu anak, sementara KPAI merilis ada 18 ribu anak korban eksploitasi salah satunya anak di jadikan bahan kekerasan seksual seperti pemerkosaan, pelecehan seks maupun eksploitasi dalam ekonomi. Data ini sungguh memperihatinkan yang dimana pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2017 indonesia bebas anak jalanan,dengan jumlah yang di utarakan/dipublikasikan oleh KPAI dan Mensos tadi jauh rasanya target pemerintah yang menargetkan Indonesia pada tahun 2017 bebas anak jalanan bisa terialisasikan.

Hal ini sangat berbeda dengan salah satu negara di eropa yaitu Swedia, dimana negara itu telah menurunkan kekerasan terhadap anak dari 90% kasus tentang kekerasan anak menjadi 10% angka kekerasan di negara itu dan swedia pun termasuk salah satu negara yang melarang hukuman fisik terhadap anak di dunia pendidikan

Sungguh sangat sebuah ironi padahal dalam undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak diatur sangat jelas bahwa anak di lindungi oleh negara bahkan ada sanksi pidana bagi yang melanggar hak anak dan peraturan ini selain dalam segi hukum, anak dalam peraturan ini mempunyai hak dan kewajiban yang di jamin oleh konstitusi.

Solusi dari permasalahan anak di neara ini yaitu Seharunya pemerintah yang di wakili pemerintah daerah agar lebih memperkuat lagi landasan hukum untuk melindungi kesejahteraan dan kelangsungan hidup para anak-anak di seluruh wilayah negara Indonesia hingga pelosok tanpa terkecuali, dengan itu para generasi bangsa ini bisa merasakan kenyamanan dan kasih sayang ibu pertiwi tanpa adanya kesenjangan ataupun pilih kasih, karena merekalah generasi yang akan memegang panji perubahan negara Indonesia selanjutnya.

Selamat hari anak nasional !!! (Basir)

Foto: Smeaker.com

line at radio pemuda fm

1 Komentar »

  1. Ilham Fadkurozi Monday, 21 Aug 2017 | 9:46 WIB at 9:46 WIB - Reply

    saya setuju sekali atas masukan dari penulis.

Berikan Komentar: