Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Potret Aksi dan Isu yang Disuarakan Pada Hari Perempuan Internasional 2018

admin Saturday, 10 Mar 2018 | 0:15 WIB 0 44 Views
Potret Aksi dan Isu yang Disuarakan Pada Hari Perempuan Internasional 2018

PEMUDAFM.COM, Radio Online Indonesia – Peringatan ‘Hari Perempuan Sedunia’ atau ‘International Women’s Day’ jatuh pada hari Kamis (8/3). Momen tersebut dimanfaatkan dalam sebuah aksi bersama oleh para perempuan yang memiliki latar belakang berbeda namun tergabung dalam satu atap yakni Parade Juang Perempuan Indonesia.

Aksi bertemakan ‘Perempuan Indonesia Bergerak Bersama: Hentikan Diskriminasi, Kekerasan, Intoleransi, dan Pemiskinan’ tersebut dimulai sejak pukul 09:30 WIB hinga tengah hari pada pukul 12:00 WIB di gedung DPR.

Aksi dilanjutkan dengan longmarch dari Patung Arjuna Wijaya (Patung kereta kuda dengan air mancur) yang terletak di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan merdeka kemudian berhenti di KPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak).

Aksi ini bermuara di Taman Aspirasi serta bergabung dengan massa aksi kamisan yang tepat bersebrangan dengan Istana Merdeka. Salah satu isu yang diutarakan pada aksi tersebut adalah Isu pernikahan anak-anak perempuan di bawah umur, yang dianggap dapat menghancurkan hak-hak perempuan. Dalam kasus ini pemerintah dituntut untuk memberikan atensi atau perhatian lebih bagi isu gender pernikahan anak-anak perempuan di bawah umur menjadi hal yang perlu dihentikan.

Selain itu isu mengenai kekerasan seksual terhadap perempuan juga turut menjadi perhatian dalam aksi ini, disebabkan hal tersebut sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari yang terdapat pada ranah publik seperti jalanan serta KRL. Selain itu isu yang sangat dekat dengan anak muda adalah kekerasan dalam pacaran, relasi mereka berpacaran itu sebetulnya berpotensi menimbulkan kekerasan seksual lewat dominasi satu pasangan.Adapun tuntutan terkait regulasi yang disampaikan termasuk penghapusan pengesahan RUU kekerasan seksual.

Pada aksi yang diramaikan oleh ratusan perempuan dan laki-laki tersebut juga dihadiri Kefa seorang anak berumur 4 tahun yang mendapat edukasi dini dari orangtuanya, mengajarkan bagaimana cara menghargai perempuan dan ikut mengungkapkan kritik terhadap tatanan sosial yang masih timpang.

Dalam aksi ini juga terlihat sosol Bu Sumarsih turut serta dalam menyuarakan isu perempuan, ia adalah sosok perempuan yang menginspirasi, Ibu dari korban tragedi semanggi I Alm.Benardinus Realino Norma Irawan yang bertahun-tahun berjuang menuntut keadilan atas kematian putranya. Sebanyak 529 kali aksi kamisan sejak 18 Januari 2007, sayangnya belum ada tuntutan yang dipenuhi negara. Meski begitu ibu Sumarsih tak pernah lelah menyuarakan tuntutannya terhadap negara.

Hari perempuan sedunia ini tidak hanya diperingati oleh perempuan saja, laki-laki juga banyak yang hadir dalam aksi tersebut dalam mendukung kesetaraan hingga melawakan kekerasan terhadap perempuan.

Aksi yang menyuarakan isu-isu perempuan ini diharapkan bukan hanya menjadi seremonial disetiap tahunnya, melainkan dapat menjadi satu gerakan masyarakat untuk memberikan pendidikan bahwa perempuan memiliki hak-hak yang sama dengan warga lainnya, selain itu aksi ini juga diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak merugikan Perempuan. (Frigi)

Berikan Komentar: