Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Bermain Dengan Gajah dan Orangutan di Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera

admin Thursday, 20 Apr 2017 | 12:48 WIB 0 124 Views


PEMUDAFM.COM, Radionya Anak Muda – Anak muda, kamu pasti belum puas menjelajahi setiap sudut daerah Jawa. Sekarang kami akan mengajak kamu lebih jauh menceritakan mengenai pulau Sumatera yaitu Taman Nasional Gunung Leuser yang memiliki luas 792.675 Ha serta ketinggian Gunung Leuser sekitar 11.371 feet (3.381 mdpl). Letak geografis propinsi Nangroe Aceh Darusalam, meliputi empat kabupatan – Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Gayo Luwes dan Aceh Barat, Propinsi Sumatera Utara, meliputi kabupaten – Langkat dan Karo.

Taman Nasional Gunung Leuser mempunyai dua status yang berskala internasional yaitu sebagai cagar Biosfer pada tahun 1981 dan sebagai World Heritage pada tahun 2004. Cagar Biosfer didefinisikan sebagai kawasan ekosistem daratan untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Sedangkan World Heritage yaitu sebagai warisan dunia.

Taman Nasional Gunung Leuser terdapat banyak flora (sekitar 3500 jenis flora) (seperti tumbuhan langka bunga raflesia, ara, pecikan) dan terdapat fauna badak sumatera, gajah sumatera, orang utan, harimau loreng, beruang madu, siamang dan masih banyak lagi.

Taukah anak muda Taman Nasional Gunung Leuser memiliki destinasi wisata alam yang menjadi andalan, yaitu Bukit Lawang terletak sekitar 120 km dari kota Medan, dan dapat ditempuh oleh bus 4 – 5 jam perjalanan. Bukit Lawang terkenal dengan objek wisata sungai, salah satunya sungai Bahorok yang melintasi daerah tersebut, serta konservasi orang utan Sumatera yang dilindungi oleh pemerintah. Nama Bukit Lawang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Anak muda bagi kamu yang sudah pernah kesana, kamu pasti akan membayangkan bagaimana jernihnya dan gemercik suara air sungai, keindahan flora dan fauna yang bertebaran. Kamu akan benar – benar dimanjakan dengan keindahan alam yang begiru nyata, seolah – olah kamu telah tersihir oleh keindahan alam yang begitu nyata dan hidup akan kembali tersaji ulang. Jika penasaran dan ingin melihat orang utan diberi makan kamu bisa melihatnya pada pukul 08.30 – 09.30 dan 15.00 – 16.00.

Destinas wisata lainnya yang menarik dari Gunung Leuser adalah Tangkahan, yaitu terdapat konsevasi Gajah Sumatera. Cerita dibalik wilayah Tangkahan sangat menarik.  Dulu hutan yang terdapat gajah liar dan pemukiman penduduk berdekatan hanya dipisahkan oleh sungai. Gajah dan warga hidup berdampingan, namun seiring berjalannya waktu Gajah Sumatera tersebut terlihat oleh penduduk, mendatangi pemukiman penduduk untuk mencari makanan dan penyebabnya adalah banyak pohon  – pohon ditebang secara ilegal oleh orang – orang yang tidak beratanggung jawab (ilegal). Gajah Sumatera liar tersebut sangat mengganggu para penduduk di Tangkahan. Bahkan ada salah satu Gajah Sumatera yang tertembak mati, karna mengganggu. Hingga pada akhirnya Gajah Sumatera tersebut ditangkap untuk dijinakan agar tidak menggangu penduduk sekitar.

Kini Gajah Sumatera hanya sekitar 100 ekor di Indonesia dan akan punah seiring berjalannya waktu. Gajah Sumatera yang kini hidup juga terancam terkena virus EEHV atau herpes Gajah, dimana Gajah yang baru lahir akan mati jika tidak bisa bertahan dengan virus tersebut yang bersarang hingga 10 tahun kedepan, dan belum ada obatnya.

Anak muda Taman Nasional Gunung Leuser adalah salah satu keindahan dunia yang tidak bisa kita abaikan, terdapat banyak flora serta fauna langka yang harus kita lindungi agar nanti anak cucu kita dapat menikmati indah nya kekayaan alam Indonesia. Gajah, orang utan, bunga bangkai adalah salah satu contoh ciptaan Tuhan yang ber hak hidup, berhak menikmati alam Indonesia, ber hak bernafas, ber hak menjadi bagian dari kekayaan Indonesia. Jangan merusaknya, jangan membuatnya punah. Ayo, anak muda siapa lagi yang bisa melindungi jika bukan kita generasi muda dan generasi setlahnya. (Melly)

Foto: Twisata

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: