Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Bali Shell Museum: Satu Satunya Museum Kerang di Indonesia

admin Tuesday, 15 Nov 2016 | 16:33 WIB 0 224 Views
Bali Shell Museum: Satu Satunya Museum Kerang di Indonesia

PEMUDAFM.COM, Radionya anak muda – Bali sudah dikenal luas sampai ke mancanegara. Banyak sekali tempat wisatanya yang terkenal diantaranya yaitu Pantai Kuta, Pantai Sanur,Tanah Lot, GWK, dan lain sebagainya. Namun ada satu tempat yang tidak boleh dilewatkan oleh para turis lokal maupun mancanegara yaitu Bali Shell Museum.
Bali Shell Museum merupakan satu-satunya museum kerang yang ada di Indonesia. Ada banyak fosil kerang dalam beragam jenis, serta berusia ratusan tahun. Museum ini selain menjadi objek wisata budaya juga memenuhi aspek pendidikan sehingga sangat pas jika dikunjungi oleh keluarga.

Bali Shell Musem menyimpan koleksi lebih kurang sekitar 10 ribu aneka kerang dan fosil yang berasal dari berbagai negara yang usianya sudah purba antara 100 – 150 juta tahun. Museum kerang ini adalah “adik” dari museum kerang yang ada di Prancis, Thailand, Jepang, Filipina, dan AS.

Bali Shell Museum berada di Jalan Sunset Road, Kuta Bali –Indonesia. Jaraknya hanya sekitar 10 km-an dari Kota Denpasar yang bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar 15 menit. lokasinya sangatlah mudah ditemukan. Selain karena letaknya di pinggir jalan besar, bangunannya pun berbentuk unik dan juga lain daripada yang lain. Sebuah bangunan dengan papan petunjuk yang mencolok yang terletak di bagian atas museum yaitu berupa ornamen berbentuk ombak warna biru dengan tulisan besar Bali Shell Museum. Jadi para Anak Muda tidak perlu khawatir kesulitan menemukan lokasinya.

Pemilik museum ini bernama Stephen dan ia sudah sejak kecil tertarik dengan dunia kerang. Selama puluhan tahun ia mengumpulkan kerang, serta traveling ke seluruh dunia untuk mengoleksi fosil kerang langka. Bali Shell Museum ini merupakan salah satu hasil kerja kerasnya. Dan tak tanggung-tanggung, karena museum ini dibangun dengan biaya hingga Rp 6 miliar.

Bali Shell Museum dibagi menjadi tiga lantai. Saat masuk ke dalam museum, maka kita akan dihadapkan pada galeri indah berisi aneka aksesoris berbahan kerang. Ada lampu, pajangan dinding, sampai pernak-pernik yang ditata apik. Di lantai satu museum ini memang difungsikan sebagai artshop yang menjual berbagai souvenir kerajinan kerang.

Kemudian setelah puas di lantai satu, para pengunjung dapat naik ke lantai dua. Perjalanan menyusuri museum bermula di lantai dua, diawali dengan pemutaran film dokumenter tentang kehidupan biota laut yang akan membuka pengetahuan para pengunjung tentang berbagai spesies unik dan menakjubkan penghuni laut selain ikan.

Setelah selesai menonton film dokumenter penelusuran koleksi museum pun dimulai. Di lantai dua ini para pengujung akan dapat melihat berbagai koleksi kerang berbagai jenis dengan ukuran dan umur yang beragam pula. Semua koleksi kerang yang ada disini diambil dari seluruh penjuru dunia. Pada lantai ini koleksi didominasi oleh berbagai fosil kerang dan binatang laut dari berbagai belahan dunia (termasuk Galapagos) yang telah berusia ratusan juta tahun. Bahkan ada fosil yang diperkirakan berasal dari binatang yang sudah punya sebelum jaman dinosaurus.

Selain itu, ada juga fosil Orthoceras, kerang panjang berbentuk pipih yang diperkirakan berumur 395 juta tahun. Ada dua Ammonites yang berukuran raksasa. Dan di lantai ini juga para penelusur dapat melihat fosil kerang terbesar di Asia yang disebut Crinions. Fosil ini berdiameter 1,4 meter dengan berat yang mencapai 1,7 kilogram.

Kemudian setelah itu para pengunjung dapat naik ke lantai tiga. Di lantai ini juga akan dihadapkan pada museum biota laut. Seperti Cypraea moneta yang sangat mengkilap. Bahkan konon katanya kerang yang satu ini sempat dijadikan alat pembayaran pada zaman dulu. Selain itu di lantai tiga museum ini terdapat juga berbagai fosil jenis bintang laut, hiu, bulu babi, dan lain sebagainya.

Selama berkunjung ke Bali Shell Museum ini para penelusur akan mendapatkan fasilitas guide dari pihak museum. Guide tersebut akan menerangkan segala sesuatu tentang isi museum dan juga akan menjawab berbagai hal tentang museum yang ingin para penelusur ketahui. Di Bali Shell Museum ini para penelusur juga dapat berfoto ria. Jadi, jangan untuk anak muda jangan lupa untuk berfoto dan membagikannya ke sosial media. (Fariz)

line at radio pemuda fm

Berikan Komentar: